Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Januari 2021 | 20.48 WIB

Tantangan Berat Generasi Kedua Anak Musisi

DARAH MUSISI: Saka Adil Prasetya meneruskan tradisi bermusik di keluarganya. Saka adalah adalah anak sulung (alm) Didi Kempot. (INSTAGRAM YAN VELLIA) - Image

DARAH MUSISI: Saka Adil Prasetya meneruskan tradisi bermusik di keluarganya. Saka adalah adalah anak sulung (alm) Didi Kempot. (INSTAGRAM YAN VELLIA)

Sebagai anak musisi di Indonesia, tentu mereka punya keuntungan tersendiri ketika memilih terjun ke industri musik. Tapi, tidak melulu menguntungkan. Karena ada beban di sana. Karya-karya mereka selalu dibandingkan dengan orang tuanya.

---

DI USIA 11 tahun, seharusnya Saka Adil Prasetya berkutat dengan keriangan khas anak-anak sebayanya. Nongkrong, nge-game, ngemal, atau kesenangan-kesenangan yang lain. Tapi, garis nasib membuat Saka justru menjelajah panggung satu ke panggung yang lain. Yang tak jarang, jarak antarpanggung itu ratusan kilometer jauhnya.

Menyandang nama besar legenda seperti ayahnya, almarhum Didi Kempot, dia diminta untuk bisa ’’jadi’’ bahkan melebihi kehebatan sang ayah di dunia musik. Apalagi, Saka sudah memutuskan untuk mengikuti genre ayahnya, campursari, di dunia musik.

’’Saya dan Mas Didi sebenarnya menyerahkan cita-cita ke Saka sendiri. Terserah mau jadi apa,’’ kata istri almarhum Didi Kempot, Yan Vellia. Yan menambahkan, awalnya anaknya sama sekali tidak tertarik dengan dunia musik.

Walau pernah dibelikan drum dan diajari ayahnya bermain musik, Yan mengaku anaknya tersebut dulu belum tertarik untuk mengikuti jejak Didi Kempot. ’’Saka saat kecil cita-citanya jadi pilot. Tapi, setelah papa (Didi Kempot, Red) meninggal, Saka memutuskan jadi penyanyi dan meneruskan lagu-lagu papa,’’ lanjut Yan.

Dan memang benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Di usia 11 tahun, Saka sudah merilis single terbaru berjudul Gelang Putih akhir tahun lalu. Saka pun langsung mendapat eksposur lebih.

Beban? Pasti. Apalagi, anak The Godfather of Broken Heart tersebut sama sekali awam soal musik. Dia pun baru menapaki karir dari nol, mulai belajar tarik suara hingga memahami instrumen musik. ’’Saya suka musisi ya papa saja. Diajari nyanyi juga sama mama. Hanya papa jadi idola Saka,’’ ucap Saka ketika dihubungi Jawa Pos Jumat (8/1).

Saka pun mengaku tidak terpengaruh dengan nama besar Didi. Walau diakui dirinya dikenal tak terlepas dari sosok Didi Kempot. Yang terpenting, saat ini dia mencoba meneruskan legasi Didi Kempot yang sudah sangat besar di industri musik. Yakni, menyanyikan campursari agar tetap lestari di bumi pertiwi. ’’Saya ingin meneruskan perjuangan papa. Mungkin ke depan Saka kombinasikan dengan musik-musik era sekarang,’’ tuturnya.

Saka pun tidak menutup diri dari segala macam bantuan yang hadir. Misalnya, ada beberapa penyanyi solo yang juga sedang memperjuangkan musik campursari. Sebut saja Denny Caknan dan Ndaru Ndarboygenk.

Apa yang dirasakan Saka juga pernah dirasakan Ikmal Tobing. Anak musisi legenda Jelly Tobing itu mengaku dikenalnya dirinya sebagai drumer di Indonesia memang tak lepas dari sosok sang ayah. Istilahnya, dia mendapat jalan pintas untuk masuk ke industri musik. ’’Aku ada seperti sekarang karena ayah,’’ ungkap Ikmal tanpa ragu.

Baca Juga: Kapok Percaya Kemenkes, Menteri Budi: Saya Nggak Mau 2 Kali Ketipu

Tapi, jika ada orang yang meremehkannya tidak bisa apa-apa, eks drumer Triad itu pasti kesal. Menurut dia, tidak mudah menyandang nama seorang Jelly Tobing di dunia musik. Apalagi, sejak kecil, Ikmal selalu diajari sang ayah jadi drumer hebat atau melebihi capaian yang diraih ayahnya. ’’Jangan dikira mudah ya. Malah lebih sulit punya guru seperti ayah. Tapi, dengan kasih sayangnya mengajari aku, ya ini hasilnya,’’ tutur Ikmal.

Selain Saka dan Ikmal yang membawa beban nama generasi kedua, jangan lupakan nama-nama lainnya. Gita Gutawa, putri komposer Erwin Gutawa. Lalu Abdul Qodir Jaelani, anak pentolan Dewa 19 Ahmad Dani.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=hmBVc5tScQ0

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore