
FORMASI AWAL: Dari kiri, Icha, Dadi, Carlo, dan Adhit saat jumpa pers jelang konser Reuni Jikustik di Jakarta pada 12 Februari 2019. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
JawaPos.com - Dua konser di Jogjakarta dan Jakarta pada April dan Juli 2019 itu mampu mengobati kerinduan Jikustikan, sebutan untuk penggemar Jikustik. Untuk kali pertama sejak 2011, lima personel sesuai formasi awal grup band yang terbentuk di Jogjakarta pada 1996 itu akhirnya manggung bareng.
Ya, pada 2019 itu, Jikustik melakukan reuni. Sebelumnya, band yang tenar dengan hit Seribu Tahun Lamanya itu tercerai-berai. Pongki Barata, vokalis, memilih hengkang setelah setahun sebelumnya sempat vakum. Tak lama berselang, pembetot bas Aji Mirza ’’Icha’’ menyusul. Jikustik hanya menyisakan Dadi (gitar), Adhit (keyboard), dan Carlo (drum). Mereka lantas menggandeng Brian Prasetyoadi sebagai vokalis.
Selama berpisah, Jikustik, Pongki, dan Icha tak banyak berkomunikasi. ’’Harus diakui semenjak saya vakum, hubungan kami tak bisa seperti dulu lagi. Ada kalanya kami enggan untuk saling komunikasi,’’ tutur Pongki saat dihubungi kemarin siang (16/1). Musisi yang kini tinggal di Bali itu mengakui bahwa dirinya yang pertama berekonsiliasi dengan Icha pasca sang basis hengkang.
Setelah bertahun-tahun terpisah, momen reuni dan rekonsiliasi akhirnya terwujud berkat campur tangan promotor Rajawali Indonesia. Sang founder, Anaz Syahrul Alimi, punya ide untuk mempertemukan Pongki, Icha, dan Jikustik. ’’Lama itu prosesnya. Saya butuh sekitar dua tahun untuk bisa mempertemukan mereka di panggung,’’ ungkap Anaz kemarin.
Anaz harus mengontak tiga pihak dari manajemen yang berbeda. Pendekatan dan penyusunan kontrak juga tidak bisa semudah ketika Jikustik belum terpecah. Ditambah, tiap-tiap pihak punya persyaratan.
Pongki membenarkan bahwa dirinya mengajukan sejumlah syarat untuk bisa kembali sepanggung dengan rekan-rekannya di Jikustik. Mulai pembayaran honor yang terpisah dari Jikustik dan acara benar-benar hanya khusus untuk Jikustik. Bukan berbarengan dengan artis lain atau bagian dari acara lain. ’’Saya mau lihat seserius apa sih promotor menggarap acaranya,’’ kata Pongki.
Baca juga: Padi Reborn dan Kangen Band Tampil Lagi, Lebih dari Sekadar Reuni
Pihak Jikustik juga punya permintaan lain. Brian, sang vokalis, harus ikut tampil dalam acara reuni tersebut. Anaz selaku promotor akhirnya menyanggupi persyaratan yang diajukan.
Pongki akhirnya menyetujui ajakan untuk konser reuni. Selain karena promotor sudah menyetujui persyaratan yang diajukan, ayah dua anak itu ingin mengangkat spirit rekonsiliasi. ’’Rekonsiliasi itu penting. Saya nggak mau anak-anak saya melihat bapaknya tidak dalam kondisi yang baik dengan teman-teman bekas bandnya dulu,’’ katanya.
Sebelum konser dimulai pada pertengahan 2019, rekonsiliasi sebenarnya sudah tercipta lewat sebuah chat group. Di situlah kekakuan bertahun-tahun mencair. Selain koordinasi persiapan konser, para personel Jikustik, Pongki, dan Icha saling bertanya kabar dan melempar candaan.
Baca juga: Obati Rindu, Dewa 19 Konser Reuni di Malaysia
Suasana kembali menghangat ketika Jikustik memulai proses latihan di Jogjakarta. Dalam sebuah sesi latihan di Riverside Studio, Jikustik, Icha, dan Pongki membawakan lagu Seribu Tahun Lamanya dengan aransemen yang sama seperti saat formasi awal mereka. Setelah bertahun-tahun tak ngeband bareng, perlahan Jikustik, Pongki, dan Icha kembali satu frekuensi dan spirit.
Pongki mengaku sudah legawa dan melepaskan segala beban masa lalu ketika hendak manggung bersama rekan-rekannya dulu di Jikustik. Konser di dua kota itu pun berlangsung lancar. Jikustik, Pongki, dan Icha sukses mengobati kerinduan para fansnya dengan lagu-lagu hit. Semuanya dibawakan sesuai dengan aransemen dan versi aslinya untuk menguatkan esensi reuni dan rekonsiliasi.
Kekuatan konser reuni itu terletak pada keintiman penampil dan fans. Pongki menceritakan, semua yang datang adalah die hard fans Jikustik dan orang-orang yang pernah terlibat dalam kiprah dan karya band pelantun Pandangi Langit Malam Ini itu. ’’Ketika saya bikin jokes dan bercanda sama Brian, mereka semua paham. Kan asyik tuh kalau sudah sama-sama paham satu sama lain,’’ cerita Pongki.
Pongki dan Anaz mengakui bahwa ada banyak tawaran untuk melakukan konser reuni di kota lain. Namun, itu cukup sulit direncanakan dan dilaksanakan. ’’Kalau misalnya pakai konsep Jikustik bersama Pongki, bagaimana dengan Brian yang kini jadi vokalisnya? Itu kan harus ada solusinya,’’ kata Pongki. Hingga kini, Pongki, Icha, dan Jikustik belum punya rencana kolaborasi lagi. ’’Tapi, saya sebagai manusia nggak boleh sok tahu. Kalau Tuhan punya rencana lain, mungkin,’’ imbuhnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/N7-u-ExF0kM

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
