Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2020 | 02.19 WIB

Tarik-ulur Konser Akhir Tahun di Tengah Pandemi Covid-19

KENANGAN: (Almarhum) Didi Kempot saat tampil di panggung Synchronize Fest tahun lalu. Tahun ini rencananya pihak keluarga menggelar konser November mendatang di SUGBK, Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos) - Image

KENANGAN: (Almarhum) Didi Kempot saat tampil di panggung Synchronize Fest tahun lalu. Tahun ini rencananya pihak keluarga menggelar konser November mendatang di SUGBK, Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos)

Penyelenggara konser dan festival musik yang sudah terjadwal pada akhir tahun ini harus berurusan dengan risiko sangat besar.

---

PANDEMI Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat sebagian besar di antara mereka terpaksa membatalkan acara. Namun, ada juga yang tetap bertahan dan berusaha menyiasati pandemi agar pergelaran musik tetap dihelat pada akhir tahun nanti.

Istri alm Didi Kempot, Yan Vellia, termasuk salah satu yang berpikiran tetap mengadakan konser bertajuk Tribute to Didi Kempot: Ambyar Tak Jogeti. Konser penanda 30 tahun perjalanan karir Didi Kempot itu akan tetap diselenggarakan tepat waktu. Tepatnya pada 14 November di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Yan cukup percaya diri bahwa konser tersebut tetap bisa terlaksana. Alasannya tak lain adalah adanya lampu hijau dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. ’’Untuk teknis bagaimana di lapangan, protokol kesehatannya sambil ikut Pak Menteri (Wishnutama, Red). Yang terpenting nanti, tribute untuk Didi Kempot tetap akan terlaksana dengan aman,’’ kata Yan.

Didi Kempot (DK) Management sudah mempersiapkan empat musisinya untuk tampil. Salah satunya adalah anak almarhum, Saka Praja Adil Prasetya, yang sempat berduet dengan Betrand Peto Putra Onsu. ’’Kalau dari promotor, ada beberapa tambahan. Misalnya, Tiara Andini, Happy Asmara, dan Denny Caknan,’’ ungkap Yan.

Ibu dua anak itu mengakui, memang jadi atau tidaknya konser tersebut bergantung kondisi ke depan. Semua keputusan saat ini berada di tangan pemerintah daerah dan promotor. Apalagi, tiket sudah dijual. ’’Kami hanya bisa berdoa, mudah-mudahan jadi dan berjalan lancar,’’ tutur Yan.

Jika Yan tetap ingin tancap gas untuk konser Didi Kempot di Stadion Utama Gelora Bung Karno, langkah berbeda dilakukan beberapa penyelenggara festival musik akhir tahun. We the Fest, misalnya, memilih untuk membatalkan pertunjukan secara live. Penyelenggara lebih memilih mengusung konsep konser secara virtual. Memilih tema We the Fest Virtual Home Edition, acara itu dihelat pada 26–27 September mendatang.

Nah, Synchronize Fest yang rencananya bergulir pada 2–4 Oktober diputuskan ditiadakan. Program Director Synchronize Fest Kiki ”Ucup” Aulia menjelaskan bahwa sebenarnya banyak opsi lain di luar pembatalan. Salah satunya adalah memindahkan lokasi penyelenggaraan festival. ’’Tapi, kembali lagi, musibah ini ada di seluruh dunia. Kami berkomitmen, mari bersama-sama menjaga pandemi ini cepat selesai. Jadi, pilihan pindah kota, tidak diselenggarakan di Jakarta, bukan opsi kami,’’ tegas Ucup.

Lantas, kenapa tidak memilih virtual? Ucup mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mengkajinya. Dia juga sudah memikirkan konsep jika Synchronize Fest tetap harus berjalan tahun ini, tetapi tidak secara virtual. ’’Kami belum bisa jelaskan bentuknya seperti apa. Nanti awal Oktober mungkin kami paparkan. Yang jelas bukan virtual,’’ tutur Ucup.

Tiket presale Synchronize Fest 2020 sebenarnya laris manis di pasaran. Karena itu, ketika tahu dibatalkan, banyak pembeli yang mempertanyakan nasib tiket mereka kepada pihak Synchronize Fest.


Beruntung, Ucup menuturkan bahwa Synchronize Fest 2020 bukan seperti festival musik kebanyakan. Artinya, ketika festival musik itu dibatalkan, pihaknya tidak mengalami kerugian besar. ’’Sponsor memang sudah ada, tapi tidak rugi ketika batal. Kami juga belum mengontrak musisi sama sekali. Kan line-up siapa saja yang tampil belum kami informasikan,’’ terang Ucup.

Itulah yang membuat pihak Synchronize Fest tidak mengalami masalah saat akan melakukan refund tiket kepada pembeli. Pria yang juga manajer band Barasuara tersebut malah memberikan tiga opsi kepada pembeli tiket Synchronize Fest 2020. Opsi pertama tentu refund. Yang kedua adalah tiket yang sudah dibeli masih berlaku untuk Synchronize Fest tahun depan. Ketiga, pihak Synchronize Fest juga sudah menyiapkan kaus gratis edisi spesial yang bakal langsung dikirimkan ke alamat si pembeli jika memilih non-refund.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5JEXFqENSSA

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore