
Soloist Rizky Pamungkas. (RIZKY PAMUNGKAS FOR JAWA POS)
Hidup Rizky Pamungkas yang dikenal dengan nama panggung Pamungkas tak mudah sejak awal. Terlahir dengan kelainan di bagian usus dan harus dirawat dengan infus, Pam –panggilannya– sempat jadi separuh tuli alias half-deaf karena tekanan dari infus. Namun, separuh tuli rupanya menjadi pintu masuk bagi Pam untuk ’’menyelami’’ dunia musik.
---
Hidup dalam Rahasia
Pam baru benar-benar mengenal musik saat usia 8 tahun. Ibunya, psikolog Hanny Supangat, menyarankan putra bungsunya itu untuk ikut kursus musik sebagai terapi telinganya. Agar Pam terbiasa dengan ritme dan suara meski telinga kirinya tuli.
’’Keluarga dan orang di sekitar saya nggak pernah kasih tahu kalau saya half-deaf. Mereka cuma bilang ke orang-orang, kalau ngomong sama saya harus dari sisi kanan,’’ papar pemuda kelahiran Jakarta, 14 April 1993 itu, saat dihubungi Minggu sore (7/6).
Selain drum, Pam juga belajar gitar dan piano secara otodidak. Bungsu dari tiga bersaudara itu sempat nge-band dengan dua kakak laki-lakinya. Potenzio nama band-nya. Selama itu, Pam tak mengalami kesulitan dalam bermusik meski telinga kirinya tidak berfungsi.
Pada 2011, setelah manggung di Ambon Jazz Festival, telinga kiri Pam tiba-tiba pulih selepas turun dari pesawat. Barulah setelah itu keluarga dan teman-temannya memberi tahu bahwa selama ini dia separuh tuli. Pam pun sadar bahwa dirinya telah hidup dalam rahasia. ’’Begitu telinga saya pulih dua-duanya, saya harus adaptasi lagi dengan banyak suara. Bayangin, suara AC saja bisa terdengar kelewat jelas. Haha...,’’ seloroh lelaki 27 tahun tersebut.
Mulai Bekerja sebagai Kru
Sempat nge-band bersama kedua kakaknya, Pamungkas tak langsung jadi bintang besar. Sang ayah, Yoes Supangat, salah seorang pendiri Oxygen Entertainment, menyarankan Pam untuk belajar musik dengan cara jadi kru. Pam lantas menjadi kru dengan beragam job desk untuk grup vokal Tangga dan band Element. ’’Kebetulan, ayah saya road manager dan stage manager mereka,’’ urainya.
Pengalaman bekerja sebagai kru membuat Pam tahu banyak hal soal musik dari aspek teknis dan pertunjukan. Mulai menyiapkan peralatan, manajemen kegiatan, soundcheck, hingga urusan panggung. Penggemar sepak bola itu juga jadi lebih peduli dan menghargai sesama kru. Sebuah hal yang kelak berguna baginya saat mendirikan label Maspam Records pada 2018.
Pam juga merasakan repotnya bekerja di studio rekaman. Yakni, saat menyiapkan album bersama Potenzio. Segala hal dilakukan sendiri. Tak jarang, alumnus Desain Komunikasi Visual Universitas Paramadina itu bermalam di studio agar akrab dengan proses produksi karya musik. ’’Makanya, begitu selesai homeschooling, saya nggak langsung kuliah. Mau serius di musik dulu,’’ ungkap Pam yang baru mulai kuliah pada 2014.
Tiap Tahun Rilis Album
Kepiawaian Pam dalam bermusik terlihat sejak 2009. Penyuka The Beatles dan Arctic Monkeys itu menganggap berbagai hal dan pengalaman dalam hidupnya sebagai sumber inspirasi lagu. Karena itu, Pam sudah punya ratusan karya di bank data lagunya. Kapan pun bisa menciptakan sebuah lagu, dia akan membuatnya.
Pada 2018 Pam merilis album perdananya, Walk the Talk, di bawah labelnya. Album tersebut merupakan curahan hatinya di momen quarter-life crisis alias usia 25 tahun. Tentang cinta, karir, dan tujuan hidup yang membuat galau. Proses rekamannya hanya 3,5 bulan dengan menggunakan lagu-lagu yang pernah dia ciptakan.
Lagu-lagu di album pertamanya pun jadi hit. Masuk kategori yang paling banyak diputar di platform streaming. Sebut saja Only One, Kenangan Manis, dan I Love You but I’m Letting Go.
Tahun lalu, Pam kembali merilis album. Versi remix Walk the Talk di mana dia menggandeng sejumlah rekan musisi. Pam lantas merilis album kedua, Flying Solo, yang menyuarakan keinginannya untuk lebih mandiri dan bebas. Sekali lagi, pengagum Dewa 19 dan Iwan Fals itu terbantu berkat bank lagu yang belum sempat dirilisnya.
Pertama Dengar, Dikira Penyanyi Luar
Kali pertama mendengar lagu Pam, banyak yang mengira penyanyinya orang asing. Kebanyakan lagu Pam menggunakan bahasa Inggris full. Musiknya juga beda ketika didengar dan diresapi. ’’Pas sama Potenzio, saya lebih banyak nyanyi bahasa Inggris. Jadi, perlu penyesuaian agar lebih lancar nyanyi dalam bahasa Indonesia,’’ jelas Pam yang kerap memasukkan unsur musik elektronik dalam karyanya.
Tunda Tur Asia Tenggara
Tahun ini, Pam seharusnya membuat capaian yang membanggakan. Yakni, mengadakan Flying Solo South East Asia Tour 2020 di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Sebab, berdasar data streaming platform, banyak pendengar lagu Pam yang berasal dari lima negara itu.
Sayang, tur yang direncanakan pada akhir 2019 tersebut urung dilaksanakan karena pandemi Covid-19. ’’Padahal udah dapat venue, lho,’’ ucap Pam. Sebagai gantinya, konser daring bertajuk The End of Flying Solo Era diadakan pada 30 Mei lalu.
Rupanya, itu menjadi blessing in disguise. Penontonnya tak hanya berasal dari negara-negara Asia Tenggara sasaran Pamungkas. ’’Ada yang dari Jerman juga,’’ katanya. Dia pun berharap pandemi segera berakhir agar bisa manggung secara langsung dan bertemu fans lagi.
---
FUN FACTS PAM

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
