Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2020 | 22.48 WIB

Wawancara Jawa Pos dengan Sutradara & Produser Onward, Film Baru Pixar

Photo - Image

Photo

FILM dengan genre coming of age alias transisi seorang anak kecil menuju remaja memang menarik untuk dieksplorasi. Pixar pun mengawali 2020 dengan merilis film bergenre itu, Onward. Bercerita tentang kakak beradik, Barley Lightfoot dan Ian Lightfoot, yang ingin bertemu dengan ayahnya. Di tanah air, film arahan sutradara Dan Scanlon dan produser Kori Rae itu tayang hari ini (4/3).

Jawa Pos mewawancarai keduanya dalam kesempatan Press Day for Onward di The Steve Jobs Building, Pixar Animation Studios, Emeryville, California, AS, Rabu pagi (15/1) waktu setempat. Berikut petikan wawancaranya:

Onward adalah film pertama Pixar yang mengangkat genre coming of age. Dari mana ide itu muncul?

Dan Scanlon (DS): Memang cerita ini terinspirasi dari hubungan saya dengan kakak laki-laki saya. Tentunya juga hubungan kami dengan ayah kami yang meninggal saat saya berusia 1 tahun. Saat itu, tentu banyak hal yang kami rasakan. Wajar rasanya jika ketika kita kehilangan anggota keluarga, lalu kita punya keinginan setidaknya satu hari saja bisa menghabiskan waktu dengannya.

Karakter Ian dan Barley memiliki sifat yang sangat berbeda. Seperti itukah sifat Anda dan kakak Anda?

DS: Perbedaan karakter itu sifat yang alami, yang memang ingin kami tonjolkan. Dengan begitu, karakter keduanya saling melengkapi. Mereka bisa belajar satu sama lain. Saling memahami perasaan. Ada sisi putus asa yang ditampilkan dan tentu ada drama. Apa pun yang dialami, keluarga adalah tempat kembali karena ada cinta yang sangat kuat di sana. Tantangannya adalah bagaimana membuat dua karakter ini sangat berbeda, tetapi bisa memiliki cinta yang sama besarnya satu sama lain.

*Produser Kori Rae (KR) lalu menambahkan...

KR: Kami ingin membuat cerita film ini seperti kenyataan. Dalam hubungan keluarga, terutama kakak beradik, meski ada perbedaan, mereka tentu akan saling melengkapi.

DS: Oya, tapi, tahukah kamu apa yang menarik? Disadari atau tidak, ada banyak kesamaan antara kita dan saudara kita. Kalau Anda memiliki kakak atau adik, pasti merasakan hal itu. Saya pun merasakan hal yang sama dengan kakak saya. Kesamaan perasaan dan intuisi itulah yang kami angkat agar cerita ini lebih menarik.

Karakter Ian digambarkan kurang percaya diri dengan kemampuannya di trailer. Namun, hal itu bisa dikalahkan saat Ian ”trust his gut’’. Apakah itu nilai yang ditujukan untuk meng-encourage penonton, terutama generasi muda yang sedang dalam masa transisi?

DS: Tepat sekali. Banyak sekali bagian dalam Onward yang ingin memotivasi semua orang untuk ”trust your guts, trust your instincts’’ dan tetap berani mengambil risiko. Tantangan yang harus dihadapi membuat diri kita bisa jadi the best of ourselves. Saya rasa itu adalah ”magic’’ dalam cerita Onward. Mengajak siapa pun agar berusaha keras dan berani menghadapi apa pun meski sulit.

KR: Saya sepakat. Sebab, karakter Ian dengan semua kecanggungan dan ketakutan yang ada dalam dirinya akhirnya mau mencoba untuk mengalahkan itu semua. Dia mendapatkan kepercayaan diri saat bisa membuka mata lebar-lebar ke dunia luar dan lingkungan sekitarnya. Dia juga akhirnya memiliki rasa saling pengertian yang didapat dari keluarga dan lingkungan.

Untuk ke depan, apa yang Anda harapkan? Baik dari sisi Onward, Pixar, penonton, atau lainnya?

DS: Banyak hal yang sudah dimunculkan dari studio (Pixar). Tidak hanya kami, tapi banyak juga film menarik dari filmmakers lainnya. Kami sangat tertarik pada semua hal yang mungkin terjadi. Tapi, yang paling penting dari semua itu adalah kami ingin bisa mendengar banyak cerita baru, banyak kreativitas baru yang muncul.

Kalau bicara soal Pixar, tentu nggak ada habisnya karena semuanya menarik. Buat saya pribadi yang hampir 20 tahun bekerja di sini, mendengar ada sesuatu yang baru dari studio adalah momen yang sangat menarik untuk ditunggu. Saya masih tidak percaya bahwa kami bisa melakukan banyak hal besar dan gila sampai saat ini. Ini menjadi hal yang paling saya cintai di sini. Dan yeah, saya sangat bersemangat dengan semua hal yang terjadi dan akan terjadi di Pixar.

Adakah strategi khusus agar Onward bisa bersaing dengan film-film animasi lainnya?

KR: Tidak ada. Kami tak memiliki strategi khusus untuk berkompetisi. Kami sangat senang dan antusias saat melihat banyaknya tangan kreatif yang menghasilkan film animasi yang ditonton di seluruh dunia. Kompetisi adalah hal yang baik. Tapi, kami santai. Tidak terlalu berpikir soal itu.

Saya minta Anda berpromosi ya. Kenapa Onward spesial?

DS: Tentunya, ini adalah satu-satunya film yang tayang tahun ini dengan latar belakang cerita pribadi hidup saya, hahaha. Tapi sebetulnya kalau ditanya seperti itu, saya juga cukup deg-degan. Yang jelas, ini adalah film yang harus ditonton agar bisa melihat keunikan dan nilai-nilai yang ada di dalamnya.


Karakter yang Memperkaya Dunia Fantasi







FILM-film animasi produksi Pixar selalu sarat makna. Hal itu pula yang dapat ditemui dalam Onward. Film berdurasi 103 menit itu menyuguhkan banyak hal yang menguras emosi dalam setiap bagiannya.

Tentang kakak beradik elf Barley (Chris Pratt) dan Ian Lightfoot (Tom Holland) yang berusaha ”menghidupkan’’ lagi ayahnya yang sudah meninggal. Dengan magic, mereka bakal bisa bertemu ayahnya meski cuma satu hari. Apa pun dilakukan dua remaja itu demi bisa bertemu dengan sang ayah.

”Kami sangat paham bahwa jika ingin menceritakan kisah itu, maka harus membuat film di dunia di mana Anda bisa memiliki kesempatan yang luar biasa itu (bertemu dengan ayah, Red),’’ tutur sutradara Dan Scanlon yang bergabung dengan Pixar Animation Studios sejak September 2001.

Alasan itulah yang membuat Scanlon mengemas kisah tersebut dengan latar dunia fantasi. Sebab, di alam khalayan itu, semuanya bisa terwujud.

Karakter-karakter ajaib yang ditampilkan pun makin memperkaya filmnya. Ada unicorn yang bisa berubah menjadi hewan liar, mobil van milik Barley yang funky, dan lainnya.

Directing Animator Allison Rutland berperan penting dalam meramu tiap-tiap karakter itu. ”Setiap karakter yang ditampilkan memiliki sejarah dan latar belakang masing-masing yang memengaruhi bagaimana mereka berkembang,’’ ujar perempuan yang juga terlibat pada film Toy Story 3 itu.

Rutland menjelaskan, salah satu yang paling menarik adalah manticore. Sosok manticore adalah perpaduan dari separuh manusia, singa, kelelawar, dan kalajengking. Karakter tersebut diceritakan sebagai manajer di restoran yang didatangi Ian dan Barley.

”Memunculkan karakter ayah pun merupakan sebuah tantangan. Kami mencari cara agar karakter ayah yang hanya ditampilkan dari sepasang celana bisa tetap memunculkan perasaan layaknya seorang ayah,’’ tutur Rutland.

---

BERKENALAN DENGAN PARA KARAKTER

Barley Lightfoot (Chris Pratt): Elf berusia 19 tahun yang kekar, ramai, dan terlalu percaya diri. Dia amat mencintai sihir dan senang bergelut dengan permainan fantasi.

Ian Lightfoot (Tom Holland): Elf berusia 16 tahun yang merindukan ayahnya yang telah meninggal sebelum dia dilahirkan. Karakter Ian adalah anak yang manis, bersemangat, baik hati, tapi minim rasa percaya diri.

Laurel Lightfoot (Julia Louis-Dreyfus): Ibunda Ian dan Barley yang sangat mandiri. Meski kehilangan suaminya bertahun-tahun lalu, karena tekadnya yang kuat dan berdedikasi, Laurel mampu menjadi sosok panutan bagi anak-anaknya.

Guinevere: Sebuah van berwarna ungu yang dibuat Barley. Meski terlihat agak usang, Guinevere adalah van spektakuler dengan hiasan bulan sabit dan gambar Pegasus di bagian jendelanya.




---

TAHUKAH KAMU?

Sutradara Dan Scanlon menggunakan pendekatan RPG (role playing game) dalam membuat Onward. Pada game bergenre RPG, pemain biasanya bermain sendiri untuk menyelesaikan quest sebagai syarat untuk menaikkan level di game yang dimainkan. Petualangan Ian dan Barley didesain menyerupai quest yang berada di game-game jenis tersebut.

Ketika Dan Scanlon berusia 16 tahun, bibi dan pamannya memberinya sebuah kaset yang isinya suara mendiang ayahnya, dengan hanya dua kata di dalamnya, yakni ’’Hello’’ dan ’’Goodbye’’. Hal itulah yang membuat dia terinspirasi untuk mengangkat kisah pribadinya dalam film.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore