Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2019 | 23.21 WIB

Twivortiare, Duet Dahsyat Reza-Haanun dalam Drama Pernikahan Kedua

Drama Pernikahan Kedua di Twivortiare - Image

Drama Pernikahan Kedua di Twivortiare

JawaPos.com - Fenomena cinta lama bersemi kembali (CLBK) tak hanya terjadi pada mereka yang putus pacaran. Benih-benih cinta pasangan yang telah bercerai pun bisa tumbuh lagi. Dalam Twivortiare, kita menyaksikan pasangan yang sudah cerai kembali menikah dan menghadapi masalah sama yang dulu bikin mereka bercerai.

Beno (Reza Rahadian) dan Alex (Raihaanun) punya profesi yang jauh berbeda. Beno adalah dokter bedah, sedangkan Alex bekerja sebagai banker. Kesamaan mereka cuma satu: keras kepala. Hari-hari pernikahan mereka dipenuhi pertengkaran karena banyak hal! Beno yang gila kerja atau Alex yang gampang emosi. Puncaknya, keduanya pilih cerai.

Selesai? Tentu tidak. Meski mereka berpisah, masih ada rasa cinta. Beno kemudian kembali mengajak Alex menikah lagi dengan harapan bisa memperbaiki kesalahan. Ternyata tidak semudah itu. Sesudah nikah lagi, masalah yang datang kurang lebih sama dengan pernikahan pertama mereka. Mereka bertengkar lagi dan lagi.

Film yang diangkat dari novel Ika Natassa itu menyoroti kehidupan berumah tangga. Bukan tentang hidup yang happily ever after, melainkan hidup dengan rangkaian konflik akibat sifat keras kepala dua pihak.

Penulis naskah Alim Sudio menggambarkan masalah-masalah tersebut dengan simpel, mengikuti alur cerita novel karya Ika. Setiap konflik yang terjadi antara Beno dan Alex diakhiri dengan proses berbaikan keduanya yang melibatkan adegan mesra nan uwuwuw...menggemaskan.

Menonton film yang disutradarai Benni Himawan itu rasanya seperti menaiki roller coaster emosi dan asmara. Pasangan dalam film tersebut mesra dengan penggambaran adegan yang manis, lalu bertengkar dengan cara yang bikin kesal. ''Kuncinya ada di Reza dan Haanun. Mereka sangat jago memerankan karakter,'' tutur sutradara Benni Setiawan.

Pemilihan Reza dan Haanun sebagai dua pemeran utama memang tepat. Chemistry dan interaksi mereka sangat natural dan dahsyat. Ika yang memilih karena menilai keduanya cocok dengan citra karakter yang diciptakan.

Buat Reza, kunci untuk bisa mendalami Beno adalah keterbukaan. Selama proses reading, dia mendalami karakter Beno tanpa menghakimi. ''Artinya, saya tidak boleh mengkritik karakternya yang keras kepala. Saya harus hidup sebagai dia,'' jelasnya. Proses reading itulah yang menjadi momen keduanya untuk mengikat chemistry makin kuat. ''Pas syuting itu tinggal eksekusi saja,'' tambah Reza.

Bagi Haanun, untuk pendalaman karakter, dirinya membedah naskah bersama penulis dan sutradara selama sebulan.

Meski kali pertama berakting dengan Reza, Haanun tidak merasa ada gap atau kecanggungan. Mereka berdua bisa saling mengisi dan melengkapi sehingga lahirlah dialog dan adegan yang natural, apa adanya, dan memiliki muatan emosi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore