
Adegan dalam film Oppenheimer. (Universal Pictures)
Review film oleh Banu Adikara
JawaPos.com - Christopher Nolan selama ini dikenal sebagai seorang sineas brilian yang kerap melahirkan film-film ciamik. Sebut saja Memento (2000), trilogi The Dark Knight (2005, 2008 dan 2012), Inception (2010), Interstellar (2014), Dunkirk (2017) dan Tenet (2020).
Dari yang bergenre science fiction hingga drama perang yang diadaptasi dari peristiwa nyata, ada benang merah yang selalu hadir di film-film karya Nolan: Dialog yang sangat detail nan berbobot, serta visual yang luar biasa.
Hal ini dihadirkan dalam karya terbarunya, Oppenheimer yang sudah tayang di bioskop pada 19 Juli 2023.
Sesuai judulnya, Oppenheimer merupakan sebuah film biopik tentang Julius Robert Oppenheimer, seorang fisikawan Amerika Serikat yang kelak dikenal sebagai Bapak Bom Atom.
Dalam Oppenheimer, Nolan kembali menggaet aktor Cillian Murphy, yang sudah beberapa kali ia libatkan di film-film terdahulunya, untuk memerankan sosok bersejarah yang paling bertanggungjawab atas luluh lantaknya kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada 1945 silam.
Beberapa nama tenar lain seperti Robert Downey Jr, Florence Pugh, Emily Blunt, Matt Damon, Rami Malek, Gary Oldman, dan Dane DeHaan juga ikut dilibatkan dalam film berdurasi 3 jam ini.
Oppenheimer mengajak penonton untuk menyelami pergulatan batin Oppenheimer dalam menciptakan sebuah senjata nuklir maha dahsyat di masa Perang Dunia II.
Bersama timnya yang tergabung dalam Manhattan Project, Oppenheimer juga harus berkutat dengan kehidupan pribadinya sebagai seorang womanizer serta menghadapi intrik spionase yang dilancarkan oleh Uni Soviet untuk menjatuhkan dirinya.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Oppenheimer adalah film berdurasi 3 jam dengan dialog yang begitu padat dan intens. Banyaknya penggunaan istilah fisika dan banyaknya karakter yang berkecimpung di dalamnya membuat rangkaian dialog antar karakter dalam Oppenheimer menjadi betul-betul padat dan nyaris tanpa jeda.
Proses dialog pun tidak berjalan secara linear atau dalam satu timeline. Di sini, Nolan beberapa kali melakukan adegan flashback dan fast forward yang cukup unik. Jika di film-film lain adegan masa lampau digambarkan dalam suasana hitam-putih, Nolan melakukan hal sebaliknya di Oppenheimer. Ia justru membuat adegan-adegan masa lampau dengan gambar berwarna, sementara adegan pasca Perang Dunia II digambarkan dalam hitam-putih.
Adanya sequence pre dan post Perang Dunia II ini membuat penonton harus betul-betul fokus menyimak setiap kalimat yang ada untuk memahami apa yang terjadi. Bengong sedikit saja, maka dipastikan kita akan lost track dan tenggelam dalam kebingungan, baik secara alur cerita maupun nama-nama karakter dan perannya di sana.
Dari penjelasan di atas, sudah bisa disimpulkan bahwa Oppenheimer adalah film yang sangat serius dan sangat berbobot. Adalah hal yang jujur untuk mengatakan bahwa film ini tidak akan bisa dinikmati oleh Anda yang menggemari film ringan dengan plot sederhana.
Oppenheimer juga bukan film penuh aksi layaknya film-film Nolan yang lain. Jika Anda berharap bakal ada adegan-adegan baku hantam, sudah pasti Oppenheimer akan jadi film yang mengecewakan.
Namun, terlepas dari film ini merupakan hasil buah pikir dan tangan dingin Nolan, jelas tidak fair jika langsung menilai bahwa Oppenheimer adalah sebuah film yang flop. Film ini punya banyak sekali nilai plus, meskipun cara menikmatinya memang tergantung sudut pandang yang sangat subjektif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
