Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 07.55 WIB

MotoGP Resmi Terapkan Upacara Grid Pra-Balapan Bergaya Formula 1, Pembalap Wajib Hadiri Lagu Kebangsaan

Suasana pra-balapan di Formula 1. (Crash) - Image

Suasana pra-balapan di Formula 1. (Crash)

JawaPos.com – MotoGP resmi mengumumkan penerapan upacara grid pra-balapan bergaya Formula 1 pada Grand Prix San Marino.

Dilansir dari laman Crash pada Senin (15/9), mulai akhir pekan balapan di Misano, seluruh pembalap wajib mengikuti prosesi lagu kebangsaan sebelum balapan dimulai. Perubahan protokol ini berlaku sebagai standar baru di seluruh seri MotoGP mendatang.

Sebelumnya, lagu kebangsaan hanya dihadiri pejabat kejuaraan dan perwakilan lokal, sementara pembalap tetap di atas motor.

Kini, para pembalap akan diarahkan ke area khusus di depan grid untuk mengikuti prosesi. Trofi balapan dan trofi kejuaraan MotoGP juga akan dipajang selama upacara berlangsung.

Dorna Sports menegaskan akan ada sanksi bagi pembalap yang tidak mematuhi aturan ini. Denda awal sebesar EUR 500 atau Rp 9,6 juta akan dikenakan kepada pelanggar pada pelaksanaan perdana di Misano. Pelanggaran berulang akan memicu hukuman finansial yang lebih berat.

Kebijakan baru ini mengikuti protokol pra-balapan yang telah lama diterapkan Formula 1. Langkah tersebut juga menyusul akuisisi MotoGP oleh Liberty Media yang mendapat persetujuan Uni Eropa pada Juli lalu. MotoGP berharap format ini menambah daya tarik dan nilai seremonial sebelum balapan dimulai.

Sejak diperkenalkan sprint race pada 2023, aktivitas pembalap di luar lintasan semakin padat. Mereka kini rutin mengikuti acara penggemar seperti jalan pahlawan dan parade pasca-pemanasan. Upacara pra-balapan ini menambah daftar kewajiban yang harus dipenuhi setiap akhir pekan.

Pemimpin klasemen sementara, Marc Marquez, menilai permintaan terhadap pembalap semakin banyak. Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa beban aktivitas non-balapan akan terus meningkat.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan penyelenggara, bukan para pembalap.

Dengan penerapan protokol baru ini, MotoGP berupaya meningkatkan pengalaman penonton di sirkuit dan televisi.

Upacara bergaya Formula 1 diharapkan memperkuat citra kejuaraan sebagai ajang balap kelas dunia. Para pembalap pun diingatkan agar mematuhi aturan demi kelancaran prosesi baru tersebut. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore