Fabio Quartararo (Dok. Instagram @fabioquartararo20)
JawaPos.com – Fabio Quartararo menyampaikan kekecewaannya secara terbuka setelah finis di posisi keempat dalam MotoGP Jerman 2025.
Meski menjadi pembalap non-Ducati terbaik dalam balapan itu, jarak waktu yang terpaut jauh dari para pemuncak membuatnya merasa frustrasi.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (14/7), juara dunia 2021 tersebut finis hampir 19 detik di belakang pemenang balapan Marc Marquez, serta lebih dari 10 detik dari Francesco Bagnaia yang naik podium ketiga.
Baca Juga: Kemenangan ke-69 Marc Marquez di MotoGP Tercapai di Sachsenring, Cetak Sejarah dalam Balapan ke-200
Quartararo pun turut mengungkapkan bagaimana akan kurangnya kecepatan balapan dari motor Yamaha yang dikendarainya.
Quartararo memulai balapan dari posisi keenam, namun langsung merosot ke urutan kesembilan pada putaran awal.
Sepanjang balapan, ia kesulitan melakukan manuver menyalip, dan hanya naik ke posisi keempat berkat insiden kecelakaan yang melibatkan Fabio Di Giannantonio, Johann Zarco, dan Marco Bezzecchi.
Meskipun hasil ini merupakan pencapaian terbaiknya pada hari Minggu sejak finis kedua di Jerez, pembalap Prancis itu mengaku jauh dari puas. Ia menyebut performa Yamaha saat ini tidak layak untuk bersaing di level tertinggi.
Fabio Quartararo menyebut bahwa motornya terasa lambat dan kurang stabil. Ia menegaskan bahwa selisih waktu yang sangat besar dari para pesaing utama menunjukkan bahwa Yamaha tengah berada dalam krisis performa.
Quartararo menyatakan bahwa timnya harus segera menemukan solusi, terutama dalam hal kecepatan balapan, bukan hanya kecepatan satu putaran.
Quartararo merasa performa saat balapan benar-benar mengecewakan meskipun sesekali mampu tampil baik dalam sesi kualifikasi.
Sachsenring sebenarnya pernah menjadi lintasan yang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Quartararo, termasuk kemenangan Yamaha terakhir di MotoGP pada musim 2022.
Namun kini, situasinya sangat berbeda. Waktu finis Quartararo di GP Jerman tahun ini justru lebih lambat dari saat ia finis ke-11 tahun lalu, padahal kondisi lintasan relatif mirip. Ini menandakan penurunan signifikan dalam performa balapan Yamaha selama dua musim terakhir.
Empat kali pole position yang diraih Quartararo musim ini belum mampu mengangkat hasil balap Yamaha secara menyeluruh. Ia menyatakan bahwa keberhasilan di sesi kualifikasi kini terasa hampa jika tidak diikuti dengan performa balapan yang kompetitif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
