
Max Verstappen (Dok. Instagram @maxverstappen1)
JawaPos.com - Keputusan mengejutkan Red Bull untuk memecat Christian Horner dari jabatan Team Principal dan CEO bisa menjadi momen krusial dalam sejarah tim, terutama bagi masa depan Max Verstappen, sang juara dunia empat kali dan aset terpenting tim saat ini.
Kepemimpinan baru dapat membawa visi berbeda yang bisa memengaruhi keputusan teknis maupun strategi balapan. Hal ini bisa berdampak langsung pada kenyamanan dan loyalitas Verstappen. Berikut lima kemungkinan yang bisa terjadi setelah kepergian Horner dan dampaknya terhadap Verstappen, dikutip dari laman Motorsport, Kamis (10/7).
1. Performa Red Bull Mulai Merosot di 2025
Selama beberapa musim terakhir, Red Bull seolah tak tersentuh. Tapi di 2025, situasinya berubah drastis. Verstappen dan tim kesulitan meraih kemenangan, bahkan terlihat menurun dibanding pesaing utama seperti McLaren dan Mercedes. Ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga memengaruhi kepercayaan Verstappen terhadap arah pengembangan tim.
Verstappen merupakan pembalap yang haus kemenangan. Ketika tim tak lagi bisa memberinya mobil yang kompetitif, wajar jika pembalap asal Belanda tersebut mulai mempertanyakan masa depannya. Dalam konteks Formula 1 yang penuh tekanan dan persaingan sengit, performa yang menurun bisa menjadi alasan kuat untuk pindah tim.
2. Kontrak Sampai 2028 Tapi Ada Celah?
Secara kontrak, Verstappen masih terikat dengan Red Bull hingga akhir musim 2028. Menurut sejumlah laporan, adanya klausul performa dalam kontrak tersebut yang memungkinkan pembalap untuk keluar jika target tertentu tidak tercapai. Kegagalan finis di Grand Prix Austria, yang membuat peluang gelar kelima nyaris tertutup, makin memperkuat spekulasi tersebut.
Isu ini langsung menarik perhatian Mercedes, yang dikabarkan mulai "mengintai" Verstappen. Tim yang pernah mendominasi era turbo-hybrid itu tentu akan sangat tertarik merekrut pembalap seperti Verstappen untuk membangun kembali kejayaan mereka. Jika benar ada klausul semacam itu, 2025 bisa menjadi tahun penting yang menentukan masa depan Verstappen.
3. Verstappen Pilih Bungkam: Isyarat atau Strategi?
Menjelang Grand Prix Inggris di Silverstone, Verstappen memilih diam saat ditanya langsung soal masa depannya. Pembalap 27 tahun itu tidak membantah, tapi juga tidak mengonfirmasi, sebuah langkah yang justru memanaskan spekulasi. Bagi banyak pengamat, sikap bungkam ini bisa jadi strategi diplomatik atau pertanda bahwa dirinya tengah mempertimbangkan langkah besar.
4. Pemecatan Horner: Akibat Atau Upaya Menahan Verstappen?
Keputusan mengejutkan Red Bull untuk memberhentikan Christian Horner, bos tim yang telah memimpin selama dua dekade, menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ini konsekuensi dari keputusan Verstappen yang ingin pergi? Atau justru langkah drastis manajemen untuk menjaga sang pembalap tetap di tim?
Kedua teori tersebut masuk akal. Hubungan Jos Verstappen, ayah Max dengan Horner memang sudah lama retak. Bisa jadi desakan dari pihak Verstappen menyebabkan manajemen akhirnya mengambil keputusan ini. Di sisi lain, jika Verstappen sudah menyatakan ingin pergi, manajemen dapat berpikir Horner tak lagi mampu menahan kepergian tersebut, menjadikannya tumbal politik internal tim.
5. Tanda-Tanda Verstappen Sedang Mengatur Peta Masa Depannya
Meski belum ada pernyataan resmi, semua tanda mengarah pada fakta bahwa Verstappen sedang memikirkan masa depannya secara matang. Pemegang gelar 4 juara dunia tersebut, tahu bahwa 2026 merupakan tahun transisi besar di F1 dengan masuknya regulasi mesin baru. Bertahan di Red Bull satu-dua musim lagi untuk menilai siapa yang siap dalam era baru bisa menjadi langkah paling logis.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
