Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 00.47 WIB

Pahit-Manis Memori Terindah Valentino Rossi: Dari MotoGP Afrika Selatan ke Sepang Clash

Legenda MotoGP, Valentino Rossi, mengenakan jersey khusus hasil kolaborasinya dengan Inter Milan. (Dok. Inter Milan) - Image

Legenda MotoGP, Valentino Rossi, mengenakan jersey khusus hasil kolaborasinya dengan Inter Milan. (Dok. Inter Milan)

JawaPos.com — Valentino Rossi, legenda hidup MotoGP, menyimpan banyak kenangan yang tak terlupakan sepanjang kariernya. Dari momen kemenangan gemilang hingga penyesalan mendalam, semuanya menjadi bagian dari perjalanan luar biasa sang The Doctor.

Salah satu momen paling membekas dalam benak Rossi adalah kemenangan perdananya bersama Yamaha pada 2004.

Saat itu, ia sukses menaklukkan Grand Prix Afrika Selatan yang sekaligus menjadi debutnya usai hengkang dari Honda.

“Itu adalah titik tertinggi dalam karier saya,” ucap Rossi seperti dikutip dari Motosan.es. Kemenangan tersebut bukan sekadar juara, tetapi pembuktian ia bisa menang di tim mana pun, bukan hanya bersama Honda.

Namun, karier Rossi juga dihiasi kenangan pahit yang tak mudah dilupakan. Salah satunya terjadi pada GP Valencia 2006, yang hingga kini masih menghantui dirinya.

Pada balapan itu, Rossi mengalami kecelakaan fatal yang membuatnya kehilangan peluang meraih gelar juara dunia. Gelar tersebut akhirnya jatuh ke tangan rivalnya, Nicky Hayden, yang tampil konsisten sepanjang musim.

Jika diberi kesempatan untuk memutar waktu, Rossi dengan tegas memilih untuk mengulang balapan di Valencia 2006. “Saya ingin mengulang GP Valencia 2006, karena hasilnya mungkin akan berbeda,” ujarnya.

Meski begitu, Rossi dikenal sebagai pembalap yang tidak pernah lepas dari persaingan panas di lintasan.

Sepanjang kariernya, ia kerap bersinggungan dengan rival-rival kuat yang turut membentuk karakter dan reputasinya di dunia balap.

Salah satu rival yang hingga kini masih sering disebut adalah Marc Marquez. Persaingan mereka memuncak pada musim 2015 dalam insiden kontroversial yang dikenal dengan nama Sepang Clash.

Namun, saat ditanya siapa lawan terberat sepanjang kariernya, Rossi justru menyebut Casey Stoner. “Saya punya banyak rival, tapi saya pilih Casey Stoner,” katanya menegaskan.

Stoner dikenal sebagai pembalap dengan kecepatan alami dan kemampuan teknis luar biasa. Persaingannya dengan Rossi berlangsung sengit dan penuh gengsi, terutama saat mereka bertemu di kelas premier.

Memori pahit Rossi tak berhenti di Valencia 2006, karena musim 2015 juga menjadi salah satu titik nadir dalam kariernya. Kala itu, ia nyaris mengamankan gelar juara dunia ke-10-nya sebelum semuanya berubah secara dramatis.

Insiden Sepang Clash dengan Marquez membuatnya dijatuhi hukuman start dari posisi paling belakang di GP Valencia. Rossi pun kehilangan peluang emas meraih gelar juara, dan trofi musim itu akhirnya jatuh ke tangan Jorge Lorenzo.

“Saya bisa saja memenangkan gelar itu,” ujar Rossi dengan nada penuh penyesalan. Banyak penggemarnya percaya, jika bukan karena insiden tersebut, sejarah mungkin akan berbeda.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore