Lewis Hamilton (Instagram @lewishamilton)
JawaPos.com – Lewis Hamilton harus menerima kenyataan pahit usai balapan Grand Prix (GP) Singapura 2025 berakhir dengan kontroversi.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Rabu (8/10), pembalap Ferrari itu dijatuhi penalti 5 detik akibat melampaui batas lintasan di tengah masalah rem yang dialaminya. Keputusan ini memicu reaksi beragam dari para penggemar dan rivalnya di lintasan.
Insiden bermula ketika Hamilton berjuang keras mempertahankan posisi penting bagi Ferrari di sirkuit jalanan Marina Bay. Pada lap-lap akhir, sistem pengereman mobilnya mengalami gangguan, membuatnya kesulitan mengendalikan kecepatan.
Dalam upayanya menjaga posisi, ia beberapa kali keluar dari batas lintasan untuk menghindari kehilangan waktu.
Baca Juga: Marc Marquez Akan Absen di MotoGP Australia dan Malaysia Usai Alami Insiden di Mandalika 2025
Aksi itu menarik perhatian pengawas balapan setelah Hamilton finis tepat di depan Fernando Alonso. Setelah dilakukan pemeriksaan, steward menyimpulkan bahwa meskipun terdapat masalah rem, pelanggaran lintasan tetap tidak dapat dibenarkan.
Sesuai regulasi FIA, Hamilton dijatuhi penalti waktu lima detik yang menurunkannya dari posisi ketujuh ke posisi kedelapan.
Dalam keputusan resmi, pihak steward menyatakan bahwa alasan mekanis tidak dapat dijadikan pembenaran atas pelanggaran lintasan. Mereka menegaskan bahwa aturan harus diterapkan secara konsisten tanpa pengecualian.
Ferrari dan Hamilton menerima keputusan tersebut tanpa mengajukan banding, meski merasa dirugikan oleh kondisi teknis yang di luar kendali mereka.
Fernando Alonso, yang sebelumnya mengeluh melalui radio tentang risiko keselamatan akibat rem Hamilton yang rusak, akhirnya mendapatkan keuntungan dari penalti. Pembalap asal Spanyol itu naik ke posisi ketujuh setelah hasil akhir diperbarui.
Sementara itu, Hamilton mengaku frustrasi dengan hasil tersebut namun tetap memuji tim atas usaha keras mereka sepanjang balapan.
Hamilton menjelaskan bahwa mobil Ferrari sulit dikendalikan dan kekurangan kecepatan dalam satu putaran kualifikasi. Ia menilai performa mobil belum maksimal, namun tetap berkomitmen memperbaiki hasil di seri berikutnya.
Insiden di Singapura menjadi pengingat penting bagi seluruh tim mengenai pentingnya menjaga kendali mobil dan disiplin terhadap batas lintasan, meskipun dihadapkan pada kendala teknis yang berat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
