Fabio Di Giannantonio (Dok. Instagram @fabiodiggia49)
JawaPos.com – Fabio di Giannantonio mengalami nasib sial pada MotoGP Hungaria setelah masalah teknis menimpa Ducati GP25 miliknya. Pebalap Italia dari tim VR46 itu harus memulai balapan dari jalur pit, meskipun seharusnya start dari posisi ketiga di grid.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (25/8), masalah tenaga pada motor Desmosedici GP25 muncul saat putaran pengamatan. Kru VR46 bersama teknisi Ducati sempat mencoba memperbaiki kerusakan tersebut, sehingga ada harapan Giannantonio tetap dapat balapan normal.
Namun, pada putaran pemanasan, masalah kembali muncul dan memaksanya menggunakan motor cadangan.
Baca Juga: Penalti Bruno Fernandes Gagal, Fulham Berhasil Tahan Manchester United dengan Skor Imbang 1-1
Dengan motor kedua yang memakai kombinasi ban berbeda ban depan lunak dan ban belakang sedang Giannantonio terpaksa start dari jalur pit. Situasi itu membuat peluangnya mengulang kesuksesan podium Sprint pupus bahkan sebelum balapan dimulai.
Meski menjadi satu-satunya pembalap yang menggunakan ban depan lunak, Giannantonio mampu tampil kompetitif. Ia mencatat putaran tercepat kesembilan sepanjang balapan dan berjuang keras hingga akhirnya finis di posisi ke-15, meraih poin terakhir.
Start dari pit lane membuat Giannantonio kehilangan waktu 16 detik pada putaran awal. Ia akhirnya menyentuh garis finis dengan selisih 26,262 detik dari Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang. Tanpa kendala teknis tersebut, hasil perhitungannya bisa menempatkan Giannantonio di posisi keempat.
Kendati kecewa, Giannantonio tetap mengambil sisi positif dari balapan. Ia menyebut kinerja tim VR46 sangat baik sepanjang akhir pekan, termasuk saat kualifikasi dan Sprint, serta mulai memahami karakter Desmosedici GP25 yang baru.
Dengan hasil ini, Giannantonio turun dari posisi kelima ke peringkat ketujuh klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP. Ia kini berada di belakang Pedro Acosta dari KTM dan rekan setimnya di VR46, Franco Morbidelli.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
