Pecco Bagnaia. (Crash)
JawaPos.com – Pecco Bagnaia mengalami mimpi buruk di MotoGP Austria setelah hanya mampu finis di posisi kedelapan pada balapan utama di Red Bull Ring.
Dilansir dari laman Crash pada Senin (18/8), Juara dunia MotoGP dua kali itu mengakui dirinya sangat kecewa usai melihat data performanya yang jauh menurun dibandingkan musim sebelumnya.
Pecck sebenarnya sempat menunjukkan potensi pada awal balapan dengan mengerem lebih cepat dari Marc Marquez dan menjaga jarak pada lap-lap pertama.
Baca Juga: Pecco Bagnaia Alami Guncangan Hebat Akibat Ban Belakang Habis dalam MotoGP Sprint Austria 2025
Namun, seiring berjalannya lomba, kecepatannya merosot jauh dari performa konsisten yang ia tunjukkan dalam sesi latihan Jumat. Perbedaan besar semakin jelas setelah ia membandingkan catatan tahun ini dengan musim lalu.
“Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang terjadi, Saya memulai dengan baik, tetapi tetap lebih lambat dibandingkan lawan di depan saya. Tahun lalu saya bisa lebih cepat 12 detik dan bahkan berpeluang menang. Sekarang rasanya benar-benar aneh.” ungkap Pecco Bagnaia seperti dikutip pada Crash.
Pecco Bagnaia mengaku tidak konsisten sepanjang akhir pekan balapan. Dalam beberapa sesi latihan, ia mampu menjadi yang tercepat dengan kecepatan fantastis, namun performanya justru menurun saat balapan utama hingga finis kedelapan. Kondisi ini membuatnya sulit memahami apa yang salah dengan kendali motornya.
Meski performa Bagnaia menurun, Ducati belum kehilangan kepercayaan terhadap pembalap andalannya itu. Manajer tim Davide Tardozzi dan jajaran kru tetap berusaha membangkitkan kembali rasa percaya dirinya.
“Dia masih pembalap berkualitas. Ini hanya ujian, dan ada sembilan balapan tersisa,” ujar kru Ducati Michael Laverty seperti dikutip Crash.
Mantan pembalap MotoGP, Sylvain Guintoli, menilai hasil Bagnaia di Austria sebagai bencana kecil. Ia menyoroti inkonsistensi performa Bagnaia yang sempat tampil menjanjikan di kualifikasi, namun gagal mempertahankan kecepatan di balapan.
Meski begitu, situasi serupa juga dialami Fabio di Giannantonio, sehingga Ducati dinilai masih perlu melakukan evaluasi besar pada paket motor 2025.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
