Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 02.41 WIB

Pembalap Tuding Ban Medium Penyebab Kecelakaan Massal dalam Free Practice di MotoGP Belanda 2025

Insiden crash pada sesi free practice di MotoGP Belanda 2025 (Dok. The Race)

JawaPos.com  Serangkaian kecelakaan di free practice MotoGP Belanda pada Jumat (27/6) memicu kritik keras dari para pembalap terhadap ban depan kompon medium Michelin.

Dua bendera merah dan enam pembalap terjatuh dalam tujuh menit awal sesi latihan kedua, meskipun beruntung tidak ada korban cedera serius.

Dilansir dari laman The Race pada Sabtu (28/6), pembalap Honda, Aleix Espargaro, menjadi salah satu korban terjatuh dan langsung menyalahkan ban depan medium sebagai penyebab utamanya.

Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Penyebab Dua Kali Crash yang Dialaminya di Free Practice pada MotoGP Belanda 2025

Espargaro menyebut ban itu "seperti es" dan tidak memberikan peringatan sebelum kehilangan cengkeraman. Espargaro menyebut ban medium sebagai pilihan yang tidak aman di suhu sekitar 23°C seperti di Assen.

Menurut Espargaro, ban soft dan hard berasal dari "keluarga" kompon yang serupa, namun medium justru memiliki karakter yang sangat berbeda. Ia mengaku telah berulang kali meminta Komisi Keselamatan untuk menghapus alokasi ban tersebut dari pilihan pembalap karena terlalu berisiko digunakan.

Pembalap Ducati VR46, Fabio Di Giannantonio, juga mempertanyakan jumlah ban lunak yang disediakan.

Menurutnya, para pembalap terpaksa menggunakan ban medium di awal sesi demi menghemat ban soft untuk time attack, meskipun menyadari risiko keselamatan yang ditimbulkan dari keputusan itu.

Miguel Oliveira dari tim Pramac Yamaha bahkan menyarankan Michelin untuk menghapus kompon medium sepenuhnya.

Oliveira menyebut ban tersebut tidak dapat diprediksi dan tidak bisa bekerja optimal meskipun sudah mencapai suhu ideal. Oliveira mengatakan langkah ke depan sebaiknya hanya membawa dua opsi ban: lunak dan keras.

Kecelakaan paling mencolok terjadi pada pembalap Aprilia, Ai Ogura dan Lorenzo Savadori, yang masing-masing memicu bendera merah setelah kecelakaan terpisah. 

Ai Ogura bahkan mengalami highside besar yang membuat motornya terbakar cukup lama di gravel, dan hanya tersisa satu motor untuk menyelesaikan sesi.

Sementara itu, Savadori juga jatuh dengan keras di Tikungan 8 meskipun menggunakan ban depan dan belakang soft. Ia bisa kembali ke lintasan setelah motornya disingkirkan dari posisi berbahaya di tengah trek.

Insiden-insiden ini menegaskan kembali kekhawatiran pembalap mengenai risiko penggunaan ban Michelin tertentu dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Optimistis Performa Meningkat Usai Duel Sengit dengan Marc Marquez di Mugello

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore