
Pecco Bagnaia bisa jadi pesaing berat Marc Marquez jika mampu bangkit di seri berikutnya MotoGP 2025. (Instagram @pecco63)
JawaPos.com — Pecco Bagnaia kembali menjadi sorotan utama di MotoGP 2025 setelah penampilannya yang impresif di Aragon. Kebangkitan ini memunculkan harapan sang juara dunia dua kali akan kembali menjadi kekuatan dominan di lintasan.
Kemenangan telak Marc Marquez di Aragon sempat menjadi headline, namun kehadiran Pecco di barisan depan menjadi cerita yang tak kalah penting.
Ia tampil seperti dirinya yang dulu — tenang, presisi, dan sangat peka terhadap kebutuhan motornya.
Dennis Noyes, analis senior MotoGP, menyebut ini sebagai awal dari era keseimbangan alami di MotoGP. Ketimpangan performa antarpembalap kini mulai mengecil, menandakan kompetisi yang semakin sehat dan tak terduga.
Menurut Noyes, kembalinya Pecco ke performa terbaiknya bukan terjadi secara kebetulan. Ia menyebut keputusan teknis Pecco untuk mengganti cakram rem sebagai kunci penting dalam menemukan kembali feeling di atas motornya.
Sementara pembalap lain seperti Marc Marquez, Alex Marquez, dan Fabio Di Giannantonio mencoba beberapa setup berbeda tanpa hasil signifikan, Pecco justru menemukan jawaban yang tepat.
Hal ini memperlihatkan kecermatannya dalam membaca kebutuhan teknis Ducati GP25 miliknya.
Pecco disebut-sebut sebagai pembalap yang paling disiplin dalam menjaga keseimbangan antara feeling dan data. Kemenangan di Aragon jadi pertanda dirinya bisa saja kembali ke level tertingginya musim ini.
Perdebatan soal perbandingan antara Ducati GP24 dan GP25 pun akhirnya mereda. Ducati telah mengesahkan penggunaan kedua motor ini hingga musim 2026 dan menegaskan tidak akan ada pergantian model di tengah musim.
Itu berarti, jika pembalap merasa tidak cocok dengan GP25, mereka baru bisa kembali ke GP24 tahun depan.
Tapi mulai 2026, Ducati akan memberi kebebasan penuh bagi pembalapnya untuk memilih motor yang sesuai dengan gaya balap masing-masing.
Strategi ini diyakini akan memperkuat dominasi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di grid MotoGP. Terlebih dengan regulasi baru yang akan berlaku pada 2027, Ducati tampaknya sudah beberapa langkah lebih maju dari pesaingnya.
Gigi Dall’Igna kembali menjadi arsitek dari kejayaan Ducati di musim ini.
Ia disebut berhasil memanfaatkan celah dalam regulasi dengan menciptakan solusi teknis non-aerodinamis yang tetap berdampak besar pada performa aerodinamis motor.
Dalam kondisi pembatasan elektronik yang ketat, Ducati juga berhasil menciptakan sistem mekanis dan hidraulik yang sangat canggih.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
