Jorge Martin (Dok. Crash)
JawaPos.com - Masa depan pembalap Jorge Martin di tim Aprilia masih belum pasti, meskipun ia belum sempat balapan satu kali pun untuk tim pabrikan asal Italia itu.
Dilansir dari laman Crash pada Minggu (15/6), Martin sebelumnya menandatangani kontrak dua tahun, namun keberadaannya di Aprilia pada 2026 diragukan akibat klausul khusus dalam kontraknya yang memungkinkan evaluasi ulang di tengah jalan.
Salah satu analis media Neil Hodgson, menyebut situasi ini sebagai "kekacauan", dimana Hodgson menyoroti bahwa belum ada transparansi terkait isi kontrak Martin dan menyayangkan negosiasi yang berlangsung keras antara kedua belah pihak.
"Jorge bahkan belum menyelesaikan satu balapan pun! Ini menunjukkan bahwa sesuatu tidak beres sejak awal," ungkap Hodgson.
Dilaporkan bahwa dalam kontrak Martin, terdapat periode evaluasi bagi kedua belah pihak untuk meninjau kembali kesepakatan untuk tahun depan. Namun, periode ini bertepatan dengan cedera yang dialami Martin, sehingga evaluasi tidak berlangsung secara ideal.
Aprilia disebut menolak memperpanjang masa pertimbangan, sedangkan Martin berharap ada kesempatan kedua. Martin mengalami cedera serius pada tulang rusuk dan paru-parunya saat sesi uji coba pramusim, sehingga harus menunda debutnya di MotoGP 2025.
Kondisinya yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan ketidakpastian mengenai kapan ia akan kembali ke lintasan balap. Hodgson menilai situasi ini tidak menguntungkan baik untuk Martin maupun Aprilia.
Aprilia, di sisi lain, menunjukkan performa gemilang dalam absennya Martin. Tim tersebut berhasil meraih kemenangan di MotoGP Inggris melalui Marco Bezzecchi.
Hal ini menegaskan bahwa motor Aprilia mampu bersaing dan menjadi pemenang, bahkan tanpa kehadiran pembalap utamanya.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, menegaskan kemenangan ini sebagai bukti kekuatan tim dan motor mereka. Ia juga menyampaikan komentar tajam yang diduga ditujukan kepada Martin, seolah menegaskan bahwa timnya tidak bergantung pada satu nama saja untuk meraih prestasi.
Sementara itu, spekulasi pun berkembang bahwa Martin kemungkinan besar akan hengkang pada akhir musim 2025. Hodgson mengaitkan hal ini dengan pengalaman serupa yang dialami Martin di masa lalu, saat ia pindah dari KTM ke Pramac Ducati. Meski meraih gelar juara MotoGP 2024, kursi pabrikan tetap diberikan kepada Marc Marquez, bukan Martin.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
