Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Mei 2018 | 06.47 WIB

Tas Mencurigakan di Mabes AD Jakarta Bukan Bom

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu saat berada di Mabes AD di Veteran, Jakarta. - Image

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu saat berada di Mabes AD di Veteran, Jakarta.

JawaPos.com - Pengendara sepeda motor yang menabrak pintu masuk Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), yang berada di Jalan Veteran, Jakarta, bukanlah bagian dari teroris.


Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu dalam keterangannya mengklarifikasi bahwa, pengendara sepeda motor yang menabrak itu adalah keluarga yang akan pergi ke Semarang.


"Jadi mereka adalah keluarga dari Kapuk, Jakarta Utara, yang akan pergi ke Semarang untuk menghadapi awal puasa. Tujuan mereka ingin ke Stasiun Senen," katanya, di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (14/5).


Ia mengungkapkan, keluarga tersebut adalah suami, J, 42; A, 32, istri J; dan anak perempuannya, L, 3,5 tahun. Dijelaskan ROma, sepeda motor yang dikendarai oleh J, menabrak pagar Mabes AD karena bawaannya yang banyak. Selain itu, J juga sudah ditepuk-tepuk oleh sang istri.


"Jadi suami salah jalan menuju Stasiun Senen. Sang istri menepuk-nepuk punggung suaminya untuk mmeberitahu, bahwa jalan yang dilalui salah. Karena membawa barang bawaan yang banyak, yaitu satu ransel hijau besar dan panjang dan satu ransel hitam kecil. Ditambah istri menepuk-nepuk punggung suami, J kehilangan keseimbangan dan oleng. Lalu kebetulan menabrak Mabes TNI AD," bebernya Kombes Roma.


Ditambah Roma, pengecekan tas dilakukan karena itu merupakan SOP yang ada. Dari pengecekan, diketahui bahwa isi tas adalah pakaian dan pempers anaknya yang akan dibawa ke Semarang.


Dari pantauan JawaPos.com, pengecekan tas dilakukan oleh Tim Gegana. Hal itu dilakukan apakah tas itu berisi bom atau tidak. Setelah dipastikan bahwa tas tersebut bukan berisi bom, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu langsung memberi statement tak lama setelah pengecekan dilakukan.


Terakhir, Roma kembali menegaskan bahwa, keluarga ini memang akan pergi ke Semarang. J, yang bekerja sebagai service AC dan driver Gojek, buru-buru menuju ke stasiun Senen namun salah jalan.


"Mungkin karena suami jarang ke daerah Jakarta Pusat makanya salah jalan. Mereka pulang dengan membawa motornya juga. Sekarang, keluarga ini akan dibawa ke Polres Jakarta Polres untuk dimintai keterangan. Tadi kan soalnya baru keterangan intrograsi lisan saja," tutupnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore