
Platform jalur MRT di Stasiun Bundaran HI, Jakarta yang nantinya akan dipasang rel.
JawaPos.com - Berbeda dengan kereta konvensional, rolling stock mass rapid transit (MRT) Jakarta tidak lagi bertumpu kepada masinis. Sistem kendalinya terpusat di Control Room (CR).
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandra menuturkan, sistem kendali dan operaional berbeda dengan kereta konvensional. MRT lebih mengutamakan sistem komunikasi atau yang disebut Communicaton-Based Train Control (CBTC).
"Nanti kereta ini pengoperasiannya bukan ada di atas kereta. Kereta itu akan dikontrol dari Control Room kita," ungkap Willy kepada JawaPos.com saat berada di Bundaran HI Station, Jakarta, pekan lalu.
Berbeda dengan KRL Commuterline, MRT diintegrasikan dengan Communicaton-Based Train Control (CBTC). "Communicaton-Based Train Control (CBTC) bukan Moving Block System. Kalau di kereta itu moving block, lewat satu bagian baru ada kereta. Jadi ini automatic," sambung Willy.
Dia menerangkan, jika kereta yang biasa dikendalikan masinis, pada kereta MRT masinis hanya bertugas mengoperasikan pintu kereta di saat-saat tertentu. "Fungsinya masinis itu buka pintu setiap pemberhentian dan juga menarik kereta kalau ada emergency. Tidak mengontrol kereta secara full," jelas Willy.
Hingga kini proses pembangunan MRT Jakarta sudah mencapai 76 persen. Diperkirakan pada Mei 2019 sudah dapat beroperasi. Sedangkan proses pembangunan ditargetkan tuntas pada akhir 2018.
Setelah operasional secara sempurna, MRT akan melakukan sejumlah uji coba. "Kereta datang mulai awal tahun depan, nanti setelah kereta datang kan harus dilakukan integrasi. Kemudian setelah itu harus diujicoba di Desember 2018 sampai Februari 2019. Baru Maret kita bisa starting," ujarnya.
Uji coba yang dilakukan bukan hanya untuk mengetes ketahanan. Tetapi juga sistem pengoperasiannya yang tidak lagi menggunakan masinis untuk menjalankan keretanya. Melainkan terdapat pilot utama yang bekerja di atas Control Room (CR).

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
