
Ungkapan duka cita dari penggemar JKT48
JawaPos.com - Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif aksi bunuh diri General Manager (GM) JKT48 Inao Jiro (48) yang tewas tergantung di kamar mandi rumahnya. Dari keterangan saksi diduga korban nekat melakukan aksinya karena beban kerja.
Selama ini, sebagian besar waktu Jiro San-sapaan Inao Jiro, memang tersisa mengurus grup band yang berisikan puluhan kaum hawa tersebut. Korban tinggal di Perumahan River Park Blok GE.4 No.3 RT.02/02, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangsel.
Kasat Reskrim Polresta Tangsel AKP Alexander Yuriko mengatakan dugaan aksi gantung diri Jiro San itu akibat beban kerja yang berat. Dia mengatakan, keterangan itu didapatkan dari keterangan istri korban, Reny Damayanti, 35, dan juga asisten rumah tangga (ART) Suryati, 28.
Keduanya, kata Alexander juga, kerap mendengarkan ocehan Jiro San terkait beratnya beban kerja yang harus dipikul untuk mengembangkan dan mempertahankan grup band JKT48 yang merupakan kembaran AKB48. Apalagi, popularitas grup band yang beranggotakan puluhan kaum hawa itu diduga kini mulai menurun.
”Itu dugaan motif aksi gantung diri korban yang terjadi di dalam kamar mandi rumahnya sendiri. Kemungkinan karena tidak kuat beban kerja membesarkan band ini membuat korban memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya,” katanya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (22/03).
Perwira menengah pertama Polri itu juga mengaku jajarannya telah memeriksa lima orang saksi dalam kasus gantung diri Jiro San di kamar mandi rumah sendiri. Selain istri dan pembantunya, anak tunggal korban, Zhopie (berusia 11 tahun) dan dua orang security kompleks perumahan itu juga diminta keterangan.
Dari keterangan kelima saksi mata itu diketahui sebelum aksi bunuh diri yang terjadi Selasa (21/03) sekitar pukul 18.00 itu, beberapa jam sebelumnya korban masih terlihat di dalam rumah oleh pembantunya. Saat itu, ujar Alexander lagi, korban juga sempat mengumumkan event handshake di jejaring sosial.
Setelah itu korban terlihat masuk ke kamarnya dan tidak keluar lagi setelah ditemukan tewas menggantung. ”Keterangan saksi juga, memang sejak pagi hari sampai siang raut wajah korban sudah tidak enak. Sehabis itu mungkin korban yang sudah tidak kuat dengan beban kerja itu melakukan aksi gantung diri di dalam kamar mandi rumahnya sendiri,” paparnya.
Seperti diketahui, Inao Jiro ditemukan tewas tergantung di kamar mandi rumahnya di kawasan Pondok Aren, Kota Tangsel sekitar pukul 18.00. Jasad pria asal Jepang itu kali pertama ditemukan oleh sang istri, Damayanti saat pulang kerja. Saat itu, korban dilaporkan pembantu dan anaknya tidak keluar kamar dari pagi. (cok/yuz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
