Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Maret 2017 | 17.54 WIB

Djarot Diusir dari Masjid, Tapi Tokoh Tionghoa Nonmuslim Diterima

Djarot Saiful Hidayat - Image

Djarot Saiful Hidayat


JawaPos.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat ditolak saat menghadiri peringatan 51 tahun Supersemar dan Haul Presiden Soeharto di Masjid At-Tin, Pondok Gede, pada Sabtu (13/3) malam. Diduga penolakan itu sebagai bentuk protes dan ungkapan ketidaksukaan terhadap Djarot mengingat dua berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang kini menjadi terdakwa kasus penistaan agama.



Meski demikian, penolakan tersebut dinilai tak ada kaitan dengan unsur SARA. Karena pada saat bersamaan, tokoh Tionghoa nonmuslim, Lieus Sungkharisma, juga hadir dan diterima dengan baik oleh jama'ah meskipun tak masuk ke dalam masjid. "Jika yang terjadi menyangkut Sara, Lieus yang nonmuslim seharusnya ditolak hadir dalam acara itu. Jadi bukan Djarot. Tapi faktanya justru Djarot yang ditolak dan Lieus yang disambut," kata Ketua Muslim Tionghoa Indonesia (MusTi), H.M. Jusuf Hamka (Minggu, 12/3).



Karena itulah dia menilai, insiden tersebut semakin membuktikan apa yang menjadi persoalan dalam Pilkada DKI selama ini bukan masalah SARA. "Tapi sepenuhnya menyangkut prilaku, etika, adab dan sopan santun calon gubernur yang bersangkutan," tandasnya. 



Lieus sendiri, ketika ditemui di tengah-tengah jama’ah yang berada di luar masjid mengaku kehadirannya adalah untuk mendengarkan tausiyah para ulama dan habib. “Saya tahu diri dan bisa menempatkan diri saya. Karena saya bukan muslim maka saya tidak  masuk ke dalam masjid. Jadi saya hanya duduk di halaman saja untuk mendengarkan tausiyah para ulama dan habaib," ujar Lieus.



Kehadirannya pada acara itu sekaligus untuk menegaskan dukungannya tidak saja kepada Anies-Sandi, tapi kepada umat Islam Jakarta yang sedang memperjuangkan hadirnya gubernur Jakarta yang beretika, santun dan tidak pembohong. "Ini merupakan wujud dari dukungan saya pada umat Islam di Jakarta untuk memilih gubernur muslim untuk ibukota Jakarta," katanya.



Sebab, setelah semua yang terjadi dan dilihat selama ini, dia semakin  yakin, bahwa tak ada pilihan lain bagi warga Jakarta kecuali memilih Anies-Sandi. "Dan saya menyatakan siap berkampanye untuk keduanya dengan slogan PAS, Pilih Anies-Sandi," tandasnya.



Acara "Dzikir dan Shalawat untuk Negeri" di Masjid At Tin itu berlangsung meriah dan dihadiri ratusan ribu orang. Hadir sejumlah tokoh seperti Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier dan sejumlah artis ibukota lainnya. 



Selain itu, hadir pula putra-putri  Presiden kedua RI, Soeharto, seperti Tommy Soeharto, Siti Hadianti Rukmana (Mbak Tutut) dan Titiek Soeharto. Acara “Dzikir dan Shalawat untuk Negeri” dibuka dengan tausiyah serta dzikir yang dipimpin langsung oleh KH Arifin Ilham dan ditutup dengan tausiyah oleh KH. Abdullah Gymnastiar dan Habib Muhammad Rizieq Shihab. (rmol/jpg)



Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore