
Ilistrasi
JawaPos.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berhasil meningkatkan jumlah pelanggan usai melakukan perubahan pelayanan dan penambahan armada serta rute baru. Total kenaikan penumpang bus Transjakarta pada 2016 sebanyak 20 persen dibandingkan 2015.
Bila di 2015 jumlah penumpang bus Transjakarta mencapai 102,8 juta, di 2016 naik dan berhasil menyentuh angka 123,7 juta.
Direktur Utama (Dirut) Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, pertumbuhan penumpang Transjakarta di 2016 menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dibandingkan 2015. Berdasarkan hitungan per hari, terjadi peningkatan jumlah penumpang per hari di tahun 2016 sebesar 41 persen dibandingkan 2015.
“Untuk mengetahui berapa banyak pelanggan yang bisa kita angkut, kita tidak mau ukurannya per tahun, per bulan, tapi maunya pencapaiannya harian. Disitu akan dilihat peningkatan layanan kita,” kata Budi dalam acara konferensi pers di kantor PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (25/1).
Meningkatnya pertumbuhan jumlah penumpang Transjakarta, menurutnya, tidak selalu didapatkan dari penambahan armada dan rute baru. Namun juga disebabkan adanya berbagai macam program layanan yang diluncurkan PT Transjakarta.
“Kami ingin lebih dekat dengan para pelanggan kami. Makanya kami bikin program PAUD naik Transjakarta atau Transjakarta Symphoni yang kita lakukan beberapa waktu lalu,” paparnya.
Lebih lanjut, Direktur Operasional Daud Joseph menerangkan, sejak berubah menjadi BUMD, PT Transjakarta memiliki tagline baru yaitu, Berani Berubah dan Smart Mobility for Jakarta Smart City pada 2016.
Ternyata, dengan adanya tagline baru, lanjut dia, terjadi perubahan signifikan dalam peningkatan layanan dan pengembangan layanan transportasi berbasis bus rapid transit (BRT).
“Selama ini, perusahaan transportasi dikuasi oleh swasta, dan hasilnya kurang memuaskan. Dilihat dari aspek banyak terjadi kecelakaan transportasi, kemacetan dan tarif yang tidak sesuai dengan pelayanan,” kata Daud.
Kondisi itulah yang menjadi dasar alasan mengapa pemerintah hadir dalam bisnis transportasi. Dan baginya, pemerintah harus menjadi role model dalam menjalankan bisnis transportasi.
Dipaparkannya, jumlah pelanggan di 2015 sempat menurun drastis. Melihat hal itu, PT Transjakarta secara perlahan-lahan melakukan perubahan dalam pelayanan dan pengembangan transportasi BRT.
“Beberapa faktor penyebab naiknya jumlah pelanggan karena kami menambah armada sebanyak 400 unit. Sebenarnya kita sudah tambah sekitar 600 unit, tapi 200 unit diantaranya menggantikan bus Transjakarta yang sudah tua dan dikandangkan,” urainya.
Tak hanya itu, di 2016 total ada penambahan rute sebanyak 42 jalur. Dengan demikian, sambungnya, total rute yang dilayani Transjakarta di 2016 sebanyak 81 rute. Sementara di 2015 hanya 39 rute saja. (uya/JPG)

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
