Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2015 | 02.51 WIB

Inilah Penyebab Pabrik PT Mandom Meledak dan Terbakar

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti (tengah) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/10), dalam jumpa pers kasus kebakaran di PT Mandom Indonesia pada Juli lalu. - Image

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti (tengah) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/10), dalam jumpa pers kasus kebakaran di PT Mandom Indonesia pada Juli lalu.

JawaPos.Com - Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menetapkan 2 tersangka dalam kasus kebakaran di PT Mandom Indonesia, Cikarang, Bekasi yang terjadi Juli lalu. Kebakaran itu telah menelan korban jiwa hingga 28 orang.



Kini, satu dari dua tersangka ini sudah berhasil diamankan. Sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran.



Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kebakaran tersebut dipicu oleh kebocoran pipa gas flexible tube di mesin conveyor. Kebocoran gas yang bertemu dengan mesin pemanas bersuhu 300 derajat celcius lebih akhirnya menimbulkan ledakan dahsyat.



Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Fadli mengatakan, percikan api kebakaran mulai muncul pada salah satu mesin untuk memanaskan plastik yang bernama dryer. Di mesin itu, sejumlah petugas pabrik tengah melakukan pengepakan produk.



Tiba-tiba karena ada kebocoran gas, muncul percikan api dari mesin dryer sehingga memicu ledakan. "Panas yang dikeluarkan mesin itu mencapai 300 derajat celcius untuk memanaskan plastik. Karena ada kebocoran gas, muncul percikan api dan langsung meledak," ungkap Fadli saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/10).



Menurutnya, kebocoran gas awalnya karena penggunaan flexibel tube lama atau bekas. “Sehingga terjadi kebocoran. Maka liquid gas elpiji yang memang dialirkan ke mesin, terbawa oleh conveyor kemudian masuk ke dryer tadi," sambungnya.



Fadli menambahkan, ledakan itu terjadi cukup singkat. Berkisar antara 3 sampai 4 detik sehingga sistem deteksi kebakaran di dalam ruangan produksi pabrik PT Mandom tidak sempat memberi peringatan.



"Alarm di dalam ruangan itu sebenarnya ada. Tetapi baru bereaksi ketika 18 detik kemudian dari kebakaran menyala," tuturnya Fadli.



Akibat ledakan dahsyat itu, seisi ruangan pengepakan produk langsung luluh lantak. Selain itu, dua pekerja tewas dit empat dengan kondisi hangus.



Polisi pun menyebut vendor pemasang gas di PT Mandom, PT Iwatani telah lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga berakibat fatal pada terbakarnya pabrik milik perusahaan kosmetik itu. Sebab, PT Mandom sudah meminta ke pihak Iwatani agar delapan buah flexible tube. Namun PT Iwatani hanya mengganti separuh dari jumlah itu dengan selang fleksibel yang baru.



‎"Dari delapan buah flexible tube itu hanya empat buah yang diganti baru. Sedangkan empat buah lainnya bekas pindahan dari pabrik PT Mandom yang ada di Sunter, Jakut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti.



Tersangka dalam kasus itu adalah Andi Hartanto (36) dan Shogo Takaku. Andi merupakan junior supervisor di PT Iwatani Industrial Gas Indonesia, sedangkan Shogo adalah general manager di perusahaan pemasok dan perawatan fasilitas gas itu.(elf/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore