
Ilustrasi
JawaPos.com - Malang nian nasib dari Eti Kurniati (22). Usaha dia untuk mendapat gelar sarjana kelautan harus kandas. Eti adalah salah seorang korban tewas terbakarnya Kapal Motor Zahro Express.
Kakak ipar Eti, Ai Teti (42) mengatakan, Eti yang berkuliah di jurusan Kelautan Institut Pertanian Bogor itu sebetulnya berniat melakukan penelitian untuk bahan skripsinya di Kepulauan Seribu. Eti berangkat sendirian ke Kepulauan Seribu.
"Jadi dia itu berangkat sendirian, mau nyusul teman-temannya untuk penelitian bahan skripsinya," beber Ai di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (6/1).
Ai menjelaskan, sebetulnya Eti bakal menjalani sidang skripsi pada Bulan Maret. Namun, sayangnya Tuhan berkehendak lain. Eti menjadi satu dari 23 orang yang tewas.
Dia juga mengatakan, bungsu dari enam bersaudara itu merupakan sosok yang sangat sayang dengan orang tuanya. Ai menyebut, Eti tidak akan menikah sebelum dapat membahagiakan orang tuanya. "Cita-cita dia mau bahagiain Ibu dan bapaknya," ungkap dia.
Jenazah Eti akhirnya dapat dipastikan oleh kepolisian setelah lima hari proses identifikasi. Eti mengalami luka bakar 100 persen pada saat insiden nahas itu.
Proses identifikasi 23 korban KM Zahro Express pun selesai dengan diidentifikasinya Eti bersama Afriana sore ini. Jenazah keduanya juga sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing.
Sebelumnya, pagi tadi RS Polri juga telah mengidentifikasi korban melalui gigi. Jenazah diketahui atas nama Ani Maryani. Dengan demikian, seluruh 23 jenazah yang diidentifikasi di RS Polri telah selesai.
Seperti diketahui, pada hari pertama proses identifikasi, pihak RS Polri telah mengidentifikasi lima korban. Mereka antara lain; Jackson, Eli Eliyah, Nia Kurniati, Dewi, dan Tjung Tho Kie.
Kemudian, pada hari kedua, kembali lima jenazah korban teridentifikasi. Mereka antara lain; M. Nurdin, Yeti Herawati, Otih Sugiarti, Nazwa Sarla, dan Mohammad Bunyamin.
Hari ketiga, atau Rabu, 4 Januari, lima korban juga teridentifikasi. Salah satu korban yang teridentifikasi yakni George Bernard Christopher yang baru ditemukan pada Rabu pagi. Adapun, empat orang lainnya; Eha Sulaeha, Ai Kusminar, Indra Kusmani, dan Iwan Kurniawan.
Sementara, pada hari keempat, lima korban yang teridentifikasi yakni Iis Ismawati, Lien Herlina, Fahira Azzahra, Yeti Pramutia, dan Nadia Syfa. (elf/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
