Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Maret 2017 | 17.21 WIB

Rute Diubah, Pemprov Tinjau Depo MRT Hari Ini

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kebijakan pengalihan pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) fase 2 dari Kampung Bandan ke Ancol Timur, ditindaklanjuti dengan peninjauan lokasi oleh eksekutif dan legislatif. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menegaskan, rencananya peninjauan dilakukan Selasa (14/3).

"Peninjauan bersama perlu dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman. Kita optimistis pembangunan jalur MRT fase 2 tetap sesuai target karena akan dilakukan percepatan pembangunannya, dari tahun 2019 menjadi 2018," ungkap Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin (13/3).

Semula, MRT fase 2 direncanakan melayani rute Bundaran HI-Kampung Bandan, namun diubah menjadi Bundaran HI-Ancol Timur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta untuk pengajuan pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2 Bundaran HI-Ancol Timur.

Saefullah mengatakan, adanya perubahan lokasi depo yang semula di Kampung Bandan ke Ancol Timur membuat perubahan dianggaran pembiayaan. Secara total, untuk fase 2 proyek MRT membutuhkan anggaran Rp 31.686.160.000.000.

Usulan komposisi pembebanan biaya pada fase 2 yaitu 49 persen dana hibah dari pemerintah pusat, dan 51 persen pinjaman pemerintah daerah dalam bentuk penerusan pinjaman luar negeri. Sesuai dengan Pasal 18 ayat 4 huruf 3 Peraturan Pemerintah No 30 tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah, dalam pengajuannya Gubernur harus menyertakan persetujuan DPRD.

"Gubernur sudah mengirim surat nomor 120 tanggal 19 Februari 2017, tentang permohonan persetujuan pembiayaan MRT Jakarta. Dan melayangkan surat yang sama ke Kemendagri yang isinya permohonan pertimbangan biaya jalur yang dimaksud kemudian untuk memenuhi administrasi SOP," ujar Saefullah.

Menurut Saefullah, Pemprov DKI juga telah berkonsultasi dengan Bappenas dan dimintakan untuk mengirimkan surat permohonan pinjaman sejumlah yang menjadi pinjaman pemerintah daerah dalam bentuk penerusan pinjaman luar negeri 51 persen dari Rp 31.686.160.000.000, yakni sebesar Rp 16.157.864.000.000.

Untuk pembangunan fase 2 proyek MRT memang mengalami perubahan akibat tidak terpenuhinya lahan bakal depo di Kampung Bandan. Sehingga yang direncanakan rutenya dari Bundaran HI-Kampung Bandan, diperpanjang hingga Ancol Timur dengan menggunakan lahan milik PT Pembangunan Jaya Ancol.

Dalam rapat tersebut juga hadir oleh Dirut PT MRT, William Sabandar serta Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol Paul Tehusijarna. Ketua DPRD DKI Jakarta menjamin, demi kelanjutan poroyek MRT pihaknya akan mendukung penambahan anggaran. "MRT ini sangat penting untuk segera diwujudkan," tandasnya. (wok/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore