
ILUSTRASI: Proyek MRT Jakarta
JawaPos.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengajukan usul untuk membuat undang-undang yang mengatur pemanfaatan ruang bawah tanah untuk komersial. Sebab saat ini, hal tersebut belum masuk dalam UU 26/2017 tentang penataan ruang.
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menuturkan, dalam proses pembangunan MRT bawah tanah (underground) mengacu pada Perda 2/2012 tentang rencana tata ruang wilayah 2030 dengan peraturan pelaksana yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta 167/2012 tentang ruang bawah tanah.
Dia juga menyampaikan, MRT Jakarta sudah mulai melakukan pemanfaatan ruang bawah tanah, yakni yang digunakan untuk jalur konstruksi.
''Dalam waktu beroperasi, maupun area pengelolaan dengan properti-properti yang ada di sekitarnya. Kawasan TOD bawah tanah itu akan membutuhkan (aturan),'' ujar William saat menggelar konferensi pers di Balai Kota, Selasa (5/12).
Kemudian, lanjut dia, UU itu juga mengingat sebentar lagi MRT Jakarta akan segera memulai pembangunan Fase II rute Bundaran HI-Kampung Bandan yang seluruhnya menggunakan jalur bawah tanah. Maka tentunya aturan tersebut sangat penting untuk mencegah permasalahan.
''Kami akan membutuhkan aturan itu. Jadi harus ada sekarang, harus ada secepatnya. Kalau tidak suatu saat akan ada masalah. Sehingga dalam peraturan perundang-perundangan dimana fasilitasnya sudah dibangun, tetapi aturan-aturannya belum ada,'' terangnya.
Selanjutnya, William mengaku aturan tersebut diusulkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kedepannya selama pembangunan dan pengoperasian MRT.
''Kalau bikin di bawah (tanah) main sikat saja nanti banyak yang nuntut. Karena memang tidak ada kewenangan untuk misalnya MRT masuk ke lahan dimana lahan itu adalah lahan yang dimiliki oleh masyarakat. Jadi, memang sekarang semua trase kami itu hanya bisa dilakukan diwilayah publik atau wilayah tanah yang dimiliki oleh pemerintah,'' tutur dia.
Pada tahap awal, PT MRT Jakarta akan menggelar Workshop Lokakarya Pemerintahan Bawah Tanah pada, Rabu (6/12) di Balai kota. Workshop rencananya dihadiri oleh Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, Menteri Dalam Negeri, Dirjen Otonomi Daerah, Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan narasumber lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
