
Komunitas Nol Sampah Surabaya saat menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (21/2).
JawaPos.com - Sampah masih menjadi persoalan utama di kota-kota besar. Tak Terkecuali di Surabaya. Bahkan dalam sehari, Kota Pahlawan menghasilkan sampah plastik sebanyak 400 ton.
Angka tersebut berdasarkan data Komunitas Nol Sampah Surabaya. Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN), komunitas itu mengajak semua pihak untuk lebih perhatian terhadap lingkungan. Salah satu caranya dengan mengolah sampah plastik secara bijak.
Komunitas Nol Sampah Surabaya menekankan pentingnya peran pemerintah dan produsen kemasan plastik sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kemudian dipertegas dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga.
"Di PP tersebut tertulis bahwa produsen harus memakai kemasan yang bisa didaur ulang. Nah, di peringatan HSPN ini kami ingin mengingatkan kembali tanggung jawab produsen. Termasuk juga pemerintah," jelas Koordinator Komunitad Nol Sampah Surabaya Hermawan Some dalam aksi simpatik di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/2).
Komunitas Nol Sampah juga berupaya untuk membantu mewujudkan gerakan bebas sampah pada 2020. "Sebenarnya itu pencanangan dari pemerintah. Tapi jujur saja, tidak banyak yang dilakukan pemerintah," lanjut pria yang akrab disapa Wawan Some.
Dari data yang dikantongi Komunitas Nol Sampah Surabaya, jumlah sampah plastik dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari 67 juta ton sampah yang dihasilkan pendudukan Indonesia per tahun, 5,4 juta ton di antaranya adalah plastik.
Sumber sampah plastik beragam. Namun satu fakta menyebutkan sekitar 43,4% dari plastik di Indonesia dipergunakan sebagai kemasan. Fakta lain yang didapat adalah setiap orang di Indonesia membuang 700 kantong plastik per tahun. Satu fakta lagi, konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) terus meningkat 10 persen per tahun.
Indonesia berada di peringkat kedua setelah Tiongkok sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Jumlahnya sebanyak 3,2 juta ton. "Sampah plastik tersebut terbukti berdampak buruk bagi biota di laut. Di Pantai Timur Surabaya, ribuan anak mangrove yang kami tanam mati terlilit sampah plastik," terang Wawan.
Wawan berharap kepada pemerintah dan produsen agar lebih peduli dengan pengolahan sampah plastik. Pemerintah harus segera membuat peraturan pelaksana yang tegas tentang pengurangan sampah plastik. "Pembatasan pemakaian tas kresek atau kantong plastik berbayar sebenarnya cukup efektif," klaim Wawan.
Untuk produsen, Wawan meminta agar mereka harus bertanggung jawab atas kemasannya. Caranya dengan mengganti kemasan dengan bahan yang bisa didaur ulang. "Kami juga mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup. Caranya, bawa tas yang bisa dipakai berulang kali, bawa botol minum sendiri, bawa tempat makan sendiri," saran Wawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
