
Grafis
JawaPos.com- Dua kepala daerah asal Jawa Timur (Jatim), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, menyabet penghargaan dari Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara). Keduanya masuk dalam 21 kepala daerah untuk kategori Inspirator Pembangunan Daerah Tahun 2017.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara Adi Prasetyo menyatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap kepala daerah di seluruh Indonesia. Hasilnya, ke-21 kepala daerah dipandang memiliki inovasi, terobosan, dan gagasan yang menginspirasi elemen pemerintahan maupun masyarakat dalam membumikan otonomi daerah.
’’Hasilnya pun dapat dirasakan secara nyata, baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh masyarakat,’’ ujarnya.
Penghargaan serupa diberikan kepada gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah. Untuk kota, penghargaan diraih wali kota Bitung, Mataram, dan Palu. Untuk kabupaten, penghargaan diberikan kepada bupati Banggai, Bantaeng, Buol, Gianyar, Kutai Kartanegara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Morowali, Tabanan, dan Tanah Bumbu.
Pras mengungkapkan, inovasi yang ditunjukkan 21 kepala daerah itu beragam. Wali Kota Risma, misalnya, dinilai sebagai sosok yang mampu menerapkan manajemen kota berbasis elektronik yang mudah, simpel, dan bebas pungli. ’’Dia juga mampu mengimplementasikan program Surabaya Single Windows dan pembenahan tata kelola wilayah kota,’’ jelasnya.
Ada juga Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang dinilai dapat mewujudkan smart city dengan komitmen menerapkan e-government. Lalu, Bupati Buol Amiruddin Rauf yang menjalankan program tanah bagi rakyat sebagai implementasi reformasi agraria. Juga, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang berhasil membangun puluhan desa wisata.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan semua kepala daerah untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Sebab, tidak ada sedikit pun gerak pemda yang tidak diawasi. Baik itu oleh aparat penegak hukum, lembaga pemerintahan, maupun masyarakat sipil. ’’Semua secara diam-diam itu mengawasi. Semua menilai,’’ tutur politikus PDIP tersebut.
Karena itu, dia meminta kepala daerah tidak lagi bermain-main dengan penyelewengan kebijakan atau anggaran. ’’KPK itu selalu tahu lho, jadi hati-hati,’’ tegasnya. (far/c14/fat)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
