Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juni 2017 | 02.59 WIB

Ini Alasan Gepeng Dilarang Pulang hingga Pasca-Lebaran

DEMI KETERTIBAN: Gepeng meminta-minta di jalanan Surabaya. Menjelang Lebaran, operasi tersebut gencar dilakukan. - Image

DEMI KETERTIBAN: Gepeng meminta-minta di jalanan Surabaya. Menjelang Lebaran, operasi tersebut gencar dilakukan.


JawaPos.com – Pemerintah Kota Surabaya tidak memulangkan gelandang dan pengemis (gepeng) menjelang Lebaran tahun ini. Langkah itu dilakukan agar mereka jera dan tidak seenaknya mengemis di Surabaya.



Kepala UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Sugianto menyatakan, kebijakan tersebut merupakan perintah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Nanti mereka disuruh untuk tetap tinggal di liponsos hingga 30 Juni.



’’Sudah dapat pesan dari Ibu Risma. Tahun ini supaya jangan dipulangkan. Khawatirnya, beroperasi lagi. Itu termasuk WTS (wanita tunasusila), waria, hingga anak jalanan. Yang dikecualikan hanya anak jalanan yang masih sekolah dan masyarakat yang tertangkap asusila,’’ jelasnya.



Meski tidak ada pemulangan, liponsos tidak mengalami kesulitan. Sebab, gepeng yang terjaring pada awal operasi sosial menjelang Lebaran tidak terlalu banyak. Pada tiga hari pertama, petugas hanya menemukan lima gepeng yang kebanyakan berasal dari luar Surabaya. Di antaranya, Mojokerto dan Kediri.



’’Sampai saat ini, memang belum ada tanda-tanda Surabaya diserbu pengemis musiman. Larangan pemulangan punya dampak besar. Mereka (gepeng luar Surabaya, Red) tak berani datang pada momen-momen sekarang,’’ ungkapnya.



Meski begitu, dia menuturkan bahwa pemerintah kota tidak mau lengah. Menurut dia, operasi lebih ditingkatkan menjelang Lebaran. ’’Pokoknya, kami jalankan operasi ini sesuai dengan perintah Bu Risma. Hari ini saja sudah ada yang dijemput keluarga, tapi tidak kami izinkan. Karena itu, kami mengimbau agar tidak ada lagi praktik gepeng di Surabaya,’’ tuturnya.



Hingga saat ini, Liponsos Keputih menampung sedikitnya 263 gepeng yang terdiri atas 161 laki-laki dan 102 perempuan. Jumlah anak jalanan yang ditampung mencapai 16 anak yang terdiri atas 11 laki-laki dan lima perempuan. (bil/c14/git)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore