Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Mei 2017 | 01.15 WIB

Peduli Sesama di Jalan lewat Sahur on the Road

LANGSUNG SASARAN: Bobbin Nila Prasanta Yudha memberikan bungkusan makanan sahur kepada Marsadin, tukang becak yang melintas di kawasan Jalan Tunjungan. - Image

LANGSUNG SASARAN: Bobbin Nila Prasanta Yudha memberikan bungkusan makanan sahur kepada Marsadin, tukang becak yang melintas di kawasan Jalan Tunjungan.


Ramadan selalu mengajarkan umat Islam untuk berbagai dengan sesama. Tidak mengenal waktu dan tempat. Sabtu (28/5) dini hari sebanyak 65 orang menyusuri jalanan sepi Kota Surabaya untuk berbagi dengan sesama.





SEBANYAK 20 orang berkumpul di utara monumen Suroboyo, depan Kebun Binatang Surabaya. Beberapa di antaranya mengenakan seragam yang menunjukkan asal mereka. Ya, mereka berasal dari lima komunitas berbeda. Mereka menamakan diri Bhaksos'e Suroboyo.



Bhaksos'e Suroboyo merupakan sebuah gerakan sosial yang didirikan beberapa kelompok masyarakat. Di antaranya, Ikatan Alumni SMPN 10 Surabaya (IKASDASA), Radio Komunitas TIARA, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) yang bekerja sama dengan Yayasan Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya.



’’Kami ini merupakan gerakan yang independen. Tujuannya membantu sesama,’’ ujar Bambang Udi Ukoro, koordiantor Bhaksos'e Suroboyo.



Gabungan lima unsur kelompok masyarakat tersebut membagikan 800 nasi bungkus. Sasaran utamanya adalah kaum duafa di jalanan Kota Surabaya. ’’Kegiatan sahur on the road ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama,’’ tutur Bambang.



Orang-orang itu lantas terbagi dalam tiga wilayah. Selatan dan barat berkumpul di depan KBS. Wilayah timur berkumpul di depan kantor Polsek Bratang. Adapun wilayah utara dan pusat di depan kantor Kelurahan Nyamplungan. ’’Masing-masing nanti menyebar sesuai wilayahnya. Kurang lebih per tim 20 orang,’’ kata Bambang.



Seluruh tim memulai perjalanan pukul 01.30. Sasaran mereka adalah tukang becak, gelandangan, dan pemulung. Jalan Diponegoro, Tunjungan, dan Balai Kota disusuri untuk menemukan sasaran.



Sekitar satu setengah jam mereka berkeliling untuk membagikan makanan. Hingga pukul 03.00 semua tim harus segera kembali ke titik kumpul utama, yaitu di Masjid Muhammad Cheng Ho. Sesampai di sana tim disambut hidangan untuk sahur bersama.



Lelah dan ngantuk tampak di wajah relawan. Namun, semua itu terbayar. Kegiatan perdana tersebut sukses, bahkan di atas harapan. ’’Awalnya 600 bungkus. Tapi, dapat tambahan 200 bungkus lagi,’’ tutur Bambang.



Ketua Yayasan Masjid Mohammad Cheng Ho Nurawi merasa sangat terbantu. Selama ini Yayasan Masjid Muhammad Cheng Ho sedikit kesulitan jika harus bergerak sendiri. ’’Dengan adanya Bhaksos'e Suroboyo ini, kami merasa terbantu. Bisa saling melengkapi. Ada yang paham lapangan dan sebagainya,’’ jelas Nurawi.





Tak Batasi Kegiatan Warga



Kasatlantas Polrestabes SurabayaAKBP Adewira Negara Siregar mengatakan tidak membatasi masyarakat yang hendak berkegiatan. Terlebih jika kegiatan tersebut mengandung unsur sosial yang tinggi. ’’Untuk jumlah peserta yang ikut, saya tidak pernah melarang ada berapa banyak,’’ ungkapnya.



Namun, jika kegiatan itu sudah mengganggu pengendara lain, dia akan bertindak tegas. Mengingat program Sutera (Surabaya Tertib Ramadan), dia tidak akan membiarkan masyarakat larut dalam kesenangan tanpa koridor. ’’Kami akan tetap menindak tegas mereka yang masih membandel dan tidak mengikuti aturan yang ditetapkan sebelumnya,’’ jelas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.



Karena itu, tim khusus pengendali masyarakat pun sudah dibentuk. Tim itu bernama Tim Patroli Sahur. Nantinya tim tersebut aktif berpatroli pukul 04.30–06.00. ’’Kan banyak tuh yang suka berhenti di pinggir jalan buat nunggu matahari terbit. Tidak ada untungnya sama sekali,’’ kata alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.



Adewira menyarankan warga Surabaya agar memaknai bulan penuh berkah dengan kegiatan positif. Mereka sah-sah saja berkegiatan apa pun untuk menyambut Ramadan selama tidak mengganggu masyarakat lainya yang juga beribadah. ’’Perbanyak ibadah. Daripada harus nongkrong-nongkrong nggak jelas atau malah kebut-kebutan,’’ paparnya. (gal/bin/c15/dos)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore