
RESPONS CEPAT : Danrem O84/Bhaskara Jaya Kolonel Denny Herman (dua dari kiri), Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal (tiga dari kiri), dan Asisten III Sekkota Hidayat Syah setelah peluncuran tim Sutra di mapolrestabes.
JawaPos.com – Sebanyak 23 pos polisi didirikan di kampung-kampung mulai awal Ramadan hingga Idul Fitri. Para polisi yang berjaga di pos-pos tersebut bersifat mobile. Bila ada kerawanan di wilayah kampung yang dijaga, mereka bisa segera datang.
Ya, itu pula tujuan tim khusus yang dibentuk Polrestabes Surabaya pada Jumat (26/5). Sutra namanya. Itu merupakan kependekan dari Surabaya Tertib Ramadan. Pembentukan tim di ruang M. Yasin Polrestabes Surabaya tersebut dihadiri para perwakilan tiga pilar. Mereka yang nanti ikut berkontribsui dalam tim itu adalah aparat pemkot, polisi, dan TNI.
Mekanisme kerja tim Sutra tersebut beragam. Namun, intinya mereka akan mendirikan pos-pos tertentu yang melambangkan sektor yang dijaga. Sektor itu merepresentasikan polsek-polsek di Surabaya.
Pos akan ditempatkan di kawasan paling rawan di setiap wilayah polsek. Pembagian konsentrasi tersebut diharapkan akan membuat para anggota tim bisa responsif ketika ada problem yang harus diselesaikan. ’’Contohnya, Polsek Pakal. Nanti posnya berada di Terminal Benowo karena di sana ditengarai sebagai pusat keramaian yang cenderung rawan kejahatan,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal.
Iqbal menyampaikan bahwa nanti anggota tim itu tidak hanya diam di pos tersebut. Tetapi, juga lebih sering melakukan pendekatan ke masyarakat dengan berbagai cara. ’’Bisa cangkrukan dengan warga atau sambang kampung,” jelasnya.
Dengan begitu, masyarakat lebih merasakan kehadiran para aparat di tengah-tengah mereka. Harapannya, meskipun ada ancaman atau isu teror atau apa pun bentuknya, masyarakat tetap tenang.
Ada berbagai macam poin yang menjadi atensi kerja tim tersebut. Beberapa di antaranya adalah penyakit masyarakat dan tempat hiburan yang masih buka selama Ramadan. ’’Kami akan terus melakukan razia-razia di tempat hiburan malam yang masih membandel. Sanksi juga akan kami berikan kepada mereka yang melanggar,” tegas Iqbal.
Pemkot Surabaya turut memberikan perhatian. Asisten III Sekkota Hidayat menjelaskan, ada masalah-masalah kecil yang sepele, tapi sangat berpotensi menimbulkan konflik. ’’Misalnya, anak-anak yang main bola itu seharusnya diarahkan ke lapangan agar tidak mengganggu. Kerawanan lain, anak-anak muda yang sering ikut trek-trekan,” ujar Hidayat.
Selama program tersebut berlangsung, pihak TNI, polisi, dan pemkot akan melakukan pemantauan. Mereka tidak mau program itu berjalan sia-sia. Apalagi, mereka sering meninggalkan pos yang wilayahnya sudah ditentukan. ’’Nanti kami berikan anggaran konsumsi selama melakukan penjagaan,” kata Hidayat.
Program yang resmi digagas mulai Sabtu (27/5) hingga Idul Fitri tersebut nanti diambil sepuluh terbaik. Pos yang menjadi pemenang akan mendapatkan penghargaan. (bin/c7/git)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
