Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Mei 2017 | 21.15 WIB

”Rumah Dijual”, Ternyata Isinya 12 PSK Siap Booking

KAMUFLASE: Rumah dua lantai yang tertutup dan seolah tak berpenghuni di Jalan Sememi I, Benowo, Surabaya, ini ternyata dihuni oleh 12 PSK. - Image

KAMUFLASE: Rumah dua lantai yang tertutup dan seolah tak berpenghuni di Jalan Sememi I, Benowo, Surabaya, ini ternyata dihuni oleh 12 PSK.


JawaPos.com- Pemkot Surabaya memang sudah resmi menutup lokalisasi Moroseneng, Sememi, Surabaya, Desember 2013 lalu. Tapi, praktik prostitusi terselubung masih terjadi di lokasi tersebut.



Dan itupula yang baru saja berhasil dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Polisi kembali mendapati satu rumah yang masih nekat membuka praktik prostitusi terselubung. Bahkan, rumah bekas wisma di Jalan Sememi gang I itu dihuni oleh 12 pekerja seks komersial (PSK) yang didatangkan dari beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka disiapkan untuk melayani tamu lelaki hidung belang.



Berdasarkan pengamatan Radar Surabaya (Jawa Pos Group), sekilas rumah dengan cat merah ini tampak sepi. Kondisinya pun tidak terurus dan tampak kumuh. Banyak rumput liar dibiarkan tumbuh di sekitar rumah. Semua jendela juga tampak ditutup gorden dengan kondisi pintu terkunci. Pemiliknya memasang kertas berkecil bertulis rumah dijual.



Namun saat diperhatikan lebih teliti, di samping rumah, terdapat sebuah pintu kecil. Itu pun, pintu masih ditutupi dengan gerobak makanan siap saji. Tapi setelah pintu kecil dengan lebar hanya sekitar setengah meter ini dibuka, maka akan tampak adanya aktivitas prostitusi yang terdapat di kamar-kamar rumah yang sebelumnya adalah bekas wisma ini.



Rumah berlantai dua itu memiliki 12 kamar. Tujuh kamar ada di lantai bawah, dan lima kamar lain di lantai dua. Di kamar-kamar itulah, para PSK itu bisa di-booking untuk melalukan hubungan seks di tempat. Tentunya, setelah terjadi kesepakatan harga dengan mucikari yang menjaga rumah tersebut.



Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga mengatakan, pihaknya mengamankan tiga orang PSK dan satu mucikari dari rumah tersebut. Mucikari bernama Sutikno, 45, warga Sememi. Menurut Sutikno, sebenarnya di rumah itu ada sembilan PSK lain. Hanya saja saat penggerebekan, kebetulan mereka sedang pulang kampung.



”12 PSK ini sengaja didatangkan dari beberapa daerah di Jatim. Seperti Banyuwangi, Malang, Pasuruan, Mojokerto, dan Jember. Mereka sengaja didatangkan untuk dipekerjakan sebagai PSK," ungkap AKBP Shinto. (yua/jay)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore