
TKP: Polisi mengerahkan anjing pelacak untuk mengungkap pembunuhan terhadap Denny Ariessandi yang ditemukan di Jalan Larangan, Kenjeran, Kamis (23/3).
JawaPos.com – Polisi langsung melakukan penyelidikan maraton untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa Denny Ariessandi, 37, Gateway Manager JnT Express Jatim di Betro, Sedati, Sidoarjo. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap pembunuh warga Perumahan Maspion Cluster Beryl Blok B3, Bangah, Gedangan, Sidoarjo tersebut.
Diduga, korban yang saat dibunuh sedang nyambi sebagai sopir taksi online itu tewas di tangan seorang oknum anggota TNI berinisal MFK. Namun, belum diketahui secara pasti motif MFK menghabisi Denny.
Informasi yang beredar menyebutkan jika korban yang tewas dengan 46 luka tusukan di sekujur tubuhnya itu dibunuh lantaran salah paham dengan MFK yang tersinggung dengan perkataan korban. Hal ini sedikit membuka motif kasus pembunuhan yang sempat diduga karena perampokan terkait mobil korban yang raib dibawa kabur pelaku.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Surabaya di lingkungan penyidik, MFK diamankan setelah anggota satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan terahadap kasus pembunuhan yang menimpa bapak satu anak itu.
Setelah mendapatkan identitas korban berdasarkan sidik jari, polisi langsung fokus mencari keberadaan handphone dan mobil korban yang raib usai kejadian. Dari hasil penyelidikan, dua barang bukti penting tersebut ternyata ada di tangan MFK.
Dari penangkapan MFK ini, polisi juga mengatahui jika manajer perusahaan ekspedisi itu tidak dibunuh di tempat korban ditemukan tewas. Korban diduga dibunuh di tempat lain. Sayang, yang bersangkutan belum sempat diperiksa oleh penyidik kepolisian karena masih ditangani oleh pihak internal TNI.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno membenarkan jika pihaknya sudah mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku yang menghabisi nyawa Denny. Namun, Ronny belum membuka siapa identitas pelaku pembunuhan.
"Kami belum berani sebut pelaku, tapi sudah dikantongi ciri-cirinya. Masih diperlukan bukti-bukti," terang Ronny, Jumat (24/3).
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim khusus reskrim untuk mengungkap siapa pembunuh Denny. Dia menambahkan bahwa tim khusus terus bekerja memburu pelaku, termasuk mengumpulkan barang bukti terkait kasus yang menghebohkan ini. (yua/jay)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
