Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Maret 2017 | 13.29 WIB

Reskrim Periksa Empat Saksi, Kerahkan 11 Tim Buru Peneror Molotov

BURU BUKTI: Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya mencari barang bukti dari abu mobil Honda Freed milik Khamsun yang terbakar Senin (20/3). - Image

BURU BUKTI: Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya mencari barang bukti dari abu mobil Honda Freed milik Khamsun yang terbakar Senin (20/3).


JawaPos.com – Polisi sudah melepas pita plastik kuning bertulisan police line di rumah Ketua DPD PAN Gresik Khamsun. Kekuatan besar sudah dikerahkan Polres Gresik demi mengungkap jati diri peneror bom molotov di rumah politikus kawakan tersebut. Namun, pelaku belum jelas.



Sejak diteror pada Senin dini hari (20/3), rumah Khamsun di Jalan Marabahan, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), kedatangan banyak tamu. Mereka adalah kolega-kolega korban di partai dan DPRD.



Di sisi lain, polisi terus memperdalam penyelidikan. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro menyatakan telah memeriksa empat saksi. Termasuk saksi pelapor. Tapi, mereka mengaku tidak mengetahui identitas pelaku yang membawa bom molotov dari botol bensin dan sumbu kain.



”Sudah banyak informasi yang masuk. Semuanya sedang diidentifikasi,” ujar AKP Purbantoro saat acara peluncuran pos satuan reserse kriminal (satreskrim) Selasa (21/3).



Dia memastikan, anggota dari polres dan polsek jajaran telah dikerahkan untuk membantu mencari dalang dan pelaku teror bom tersebut. Akpol 2006 itu bahkan melibatkan satuan lain. ”Satuan intelijen juga kami libatkan,” tegasnya. Dia menyebutkan, ada 11 tim yang telah dibentuk untuk mengusut tuntas kasus yang menjadi perhatian warga Kota Pudak tersebut. Perkara itu menjadi atensi.



Kapolres AKBP Boro Windu Danandito menyatakan, kasus teror itu mendapat perhatian ekstra karena menyangkut nyawa manusia. Anggota harus bekerja keras. Namun, karena tidak ada saksi yang melihat langsung pelaku, identifikasi dilakukan dari sumber-sumber lain.



Di antaranya, pelacakan dengan rekaman closed circuit television (CCTV). Berdasar pantauan Jawa Pos, di sepanjang Jalan Brotonegoro, kompleks Perumahan GKB, sedikitnya ada empat CCTV. Kamera tersebut terpasang di sejumlah toko. Banyak perumahan di Jalan Brotonegoro yang berubah fungsi menjadi pertokoan. Mulai kafe hingga gerai handphone. Sebagian toko dilengkapi CCTV.



Rekaman CCTV diyakini mampu menguak identitas dua mobil MPV yang berseliweran di sekitar tempat kejadian perkara. Mereka pergi tak lama setelah bom molotov meledak dan membakar garasi rumah Khamsun.



Diberitakan sebelumnya, keluarga Ketua DPD PAN Gresik Khamsun terancam teror. Senin dini hari rumah itu dibom molotov orang tidak dikenal. Api membakar garasi dan Honda Freed. Polisi berjanji mengungkap dan membekuk pelakunya.



Kapolres AKBP Boro Windu Danandito turun langsung memimpin anggotanya ke tempat kejadian perkara. ”Kami beri perhatian penuh perkara ini. Semoga segera terungkap pelakunya,” ujarnya di lokasi kejadian. Tim laboratorium forensik dan K-9 telah mengumpulkan bukti untuk melacak jejak peneror. Mereka mengamankan pecahan kaca botol yang biasa digunakan untuk bensin eceran. Selain itu, tas ransel hitam yang hanya tersisa bagian pegangan dan dua obor. (yad/c7/roz/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore