Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Maret 2017 | 14.46 WIB

Kunjungi Marinir Karangpilang, KSAL Belanda Lahap Disuguhi Sate, Soto, dan Somay

POSE BARENG: Letnan Jenderal Rob Verkerk (kiri) menerima foto dalam pigura yang disiapkan Staf Intel Pasmar-1 pemberian Brigjen TNI (Mar) Lukman, Jumat (2/3) di ruang VIP Lapangan Tembak Internasional F.X. Soepramono, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. - Image

POSE BARENG: Letnan Jenderal Rob Verkerk (kiri) menerima foto dalam pigura yang disiapkan Staf Intel Pasmar-1 pemberian Brigjen TNI (Mar) Lukman, Jumat (2/3) di ruang VIP Lapangan Tembak Internasional F.X. Soepramono, Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

JawaPos.com – Latar belakang Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Kerajaan Belanda Letnan Jenderal Rob Verkerk sebagai anggota Marinir semakin mendekatkan dengan Korps Marinir TNI AL. Hal itu terlihat dalam kunjungannya Kamis (2/3) ke Ksatrian Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Sambutan hangat dari Komandan Pasukan Marinir (Pasmar)-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman setelah Verkerk melewati barisan jajar kehormatan sekitar pukul 12.00. Setelah itu mereka berfoto bareng petinggi dua institusi di Monumen Pasmar-1. Selama tour facility mengunjungi sarang petarung di bawah komando Pasmar-1, Verkerk mendapat berbagai suguhan kreasi khas serdadu baret ungu. Antara lain, beladiri Marinir di lapangan hitam, penindakan huru-hara, peleton lari siang, dan unjuk kemampuan personel Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib)-1 Mar. Selama menyaksikan demonstrasi pasukan khusus Marinir, rombongan diperlihatkan ketangkasan dalam menaklukkan media dinding panjat dengan ketinggian sekitar 50 meter. Tidak hanya memanjat tanpa alat maupun memakai mesin penggerak whinch, pasukan Tri Media itu juga menyajikan berbagai variasi rapling hingga fliying fox sembari menembak. Dengan kawat yang terhubung ke gedung seberang, mereka terlihat terbang melucur deras turun dari wall climbing menuju lokasi yang diskenario untuk membebaskan sandera. Pujian berupa applous diberikan rombongan KSAL Kerajaan Belanda setelah demonstrasi usai. Setelah itu tour facility berlanjut menuju ruang VIP Lapangan Tembak Internasional F.X. Soepramono. ''Sebuah kehormatan bagi Korps Marinir. Kunjungan ini menjadi salah satu wahana membangun kerjasama yang baik dengan Angkatan Laut Kerajaan Belanda,'' tutur Lukman. Perwira tinggi bintang satu itu siap menindaklanjuti setelah ada pembicaraan di tingkat pimpinan TNI AL. Selama ini pihak Belanda menggunakan momen pertempuran Laut Jawa, 27 Februari 1942, datang ke Kota Pahlawan. Setiap akhir Februari, pemerintah Kerajaan Belanda maupun ahli waris keluarga korban perang pertempuran Laut Jawa datang tabur bunga ke perairan sekitar Bawean, Gresik maupun nyekar ke Makam Kembang Kuning. Pada 2017 merupakan peringatan ke-75 tahun setelah tiga kapal perang Belanda, kala itu tenggelam. Yakni, HNLMS Kortenaer, HNLMS Java, dan HNLMS De Ruyter. Armada kapal perang itu tenggelam bersama 915 prajuritnya. Termasuk salah satu komandannya Laksamana Karel Doorman. Sedangkan kerjasama selama ini, TNI AL mengoperasikan beberapa jenis kapal perang produksi Belanda. Di antaranya, armada fregat (perusak kawal rudal) kelas van speijk, korvet kelas SIGMA dan Fatahillah, serta armada penyapu ranjau. ''Mudah-mudahan kunjungan ini menghasilkan kerjasama dengan Korps Marinir,'' lanjut Lukman. Sedangkan Verkerk mengakui Royal Netherland Navy (Koninklijke Marine) lebih kecil dibanding TNI-AL. Geografis perairan Belanda yang tidak terlalu luas diperkuat beberapa armada, Marinir, dan Coast Guard. ''Kami memiliki 10 fregat, empat kapal selam, tiga kapal amfibi besar, dan enam kapal penyapu ranjau,'' beber perwira tinggi bintang tiga itu. Kompak dengan Lukman, Verkerk berharap dapat bekerjasama dengan Korps Marinir. Terutama dalam pengembangan pendidikan dan latihan. Dia menyimak paparan Komandan Pusat Latihan Tempur-5 Baluran, Situbondo Letkol Mar Arif Prasetyo Purwoko. Penjelasan Arif seputar daerah latihan Marinir mulai dari Lampung sampai Banyuwangi. Selama di ruang VIP yang terpasang foto Presiden Joko Widodo mengenakan baret ungu Korps Marinir, rombongan KSAL Kerajaan Belanda berjumlah lima orang siang itu dijamu makanan Jawa. Menu soto daging, sate kambing, dan siomay mereka santap lahap. Lukman dan Verkerk saling bertukar suvenir sebelum kembali ke Belanda. Lukman memberikan foto dan plakat Pasmar-1. Sedangkan Verkerk membalasnya dengan plakat AL Kerajaan Belanda dan koin Koninklijke Marine. Sejumlah petinggi Pasmar-1 turut hadir dalam kegiatan tiga jam itu. Di antaranya, Wakil Komandan Kol Mar Siswoto, Komandan Kolatmar Kol Mar Wurjanto, dan Komandan Lanmar Surabaya Kol Mar Mauriadi. Selain itu Komandan Brigif-1 Marinir Kol Mar I Made Sukada, Komandan Menbanpur-1 Mar Kol Mar Edi Cahyo Sumarno, dan para asisten Danpasmar-1, serta komandan satuan pelaksana jajaran Pasmar-1. Sebelum tour facitily ke Karangpilang, rombongan KSAL Kerajaan Belanda mengunjungi Koarmatim di Ujung dan Akademi Angkatan Laut (AAL) di Bumimoro. Di kampus pencetak perwira matra laut itu Verkerk memberikan kuliah umum kepada taruna AAL. Temanya Kerja Sama Merupakan Kunci Sukses. (sep)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore