
MISI SELESAI: Toilet portabel di area pe ngung sian Dusun Penumpakan di kembalikan ke kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo.
JawaPos.com – Banjir yang menerjang lima desa di wilayah Jabon mulai surut. Berdasar pengamatan di sejumlah titik banjir Kamis (9/2), ketinggian air sudah jauh berkurang. Beroperasinya lima pompa air di Tambak Kalisogo mempercepat proses turunnya air.
Untuk mengecek ketinggian air, pada hari itu petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo langsung terjun ke sejumlah titik banjir. Pengamatan pertama dilakukan di Desa Kupang. Tepatnya di jalan dusun Kupang Kidul.
Dengan menggunakan penggaris besi, petugas mengukur ketinggian air. Di jalan dusun, tinggi air hanya 10–15 sentimeter. Mayoritas rumah sudah tidak tergenang air. Air hanya terlihat menggenangi halaman depan rumah.
Salah satu bangunan yang dulu tergenang di Dusun Kupang Kidul adalah Masjid Al Quba. Saat puncak banjir, air sampai masuk ke masjid. Tempat ibadah itu sudah bisa digunakan untuk salat berjamaah.
Sejumlah rumah di dusun itu memang masih tergenang banjir. Ketinggiannya berkisar 30 sentimeter. Namun, hal tersebut lebih disebabkan kontur wilayahnya yang seperti cekungan. Genangan air itu terlihat hingga batas jalan Desa Kupang dan Desa Semambung.
Pengamatan berlanjut di Dusun Penumpakan, Desa Semambung. Wilayah itu merupakan titik banjir paling tinggi di Semambung. Ketinggian air sempat mencapai 70 sentimeter. Sebanyak 157 rumah terendam banjir. Namun, Kamis itu air tidak lagi menggenangi jalan dusun. Kendaraan sudah bisa lalu lalang di jalan tersebut. Titik genangan air masih terlihat di RT 1 hingga RT 4. Tepatnya di Gang Masjid. Ketinggiannya 10–20 sentimeter.
Surutnya genangan air dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah. Salah satunya Umi Kulsum. Perempuan berusia 38 tahun itu tampak membersihkan sisa-sisa air yang menggenangi lantai rumahnya. ”Lumayan tidak hujan tiga hari, airnya susut,” jelasnya.
Dia menceritakan, ketika banjir, ketinggian air di rumahnya mencapai 50 sentimeter. Umi bersama keluarganya mengungsi ke balai dusun. Tapi, hanya pagi hingga sore. ”Kalau malam ya pulang. Jaga rumah,” tuturnya.
Surutnya banjir membuat aktivitas pengungsi di Balai Dusun Penumpakan berakhir. Berdasar pengamatan, warga tidak lagi memadati balai dusun. Mereka memilih pulang ke rumah masing-masing. Kegiatan di dapur umum yang biasanya sibuk memasak makanan pun sudah tidak terlihat. Petugas juga sudah memindahkan toilet umum.
Kepala Dusun Penumpakan Samian menyatakan, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebab, ketinggian air mulai turun. Dia mengungkapkan, genangan air tersisa di RT 1–RT 4 dan area persawahan. ”Selebihnya sudah kering,” ucapnya.
Bagaimana kondisi Dusun Semambung? Saat banjir, ketinggian air di wilayah tersebut berkisar 50 sentimeter. Hampir seluruh permukiman warga tergenang. Namun, hari itu genangan air sudah surut. Sejumlah warga membersihkan jalan dan rumah.
Di Desa Kedung Rejo, tepatnya Dusun Kaliwaru, genangan air masih terlihat. Banjir menggenangi area persawahan milik warga serta jalan desa. Ketinggian air 5–10 sentimeter.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
