
RESAH: Dito, penjual sayur, di perumahan GKB memperlihatkan banyaknya cabai yang belum laku karena harga melonjak.
JawaPos.com – Harga cabai kembali melambung. Bukan hanya pembeli yang mengeluh. Pedagang pun terdampak kenaikan harga si pedas tersebut. Sebab, pembeli enggan membeli bila harganya meningkat drastis.
Seperti pantauan di Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), cabai rawit dijual seharga Rp 140 ribu per kilogram. ’’Harganya terlalu tinggi,’’ kata Nur Farida, pembeli asal Pongangan, Kamis (2/2).
Pengusaha makanan itu mengatakan harus mengurangi porsi cabai dalam masakannya. Sebab, harga makanan tidak bisa dinaikkan seperti harga cabai. ’’Konsumen bisa kabur kalau makanan ikut dinaikkan,’’ terangnya.
Bukan hanya Farida yang mengeluh. Dito, pemilik toko kelontong di Jalan Demak, Perumahan GKB, juga merasakan dampak tingginya harga cabai. ’’Barang saya (cabai, Red) masih banyak, pembeli sedikit. Harga tidak bisa diturunkan,’’ ujarnya.
Harga cabai di Pasar Gresik cenderung lebih murah. Cabai rawit dijual seharga Rp 110 ribu–120 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual dengan harga Rp 35 ribu–40 ribu per kilogram. ’’Harganya masih naik turun,’’ ujar Erni, pedagang asal Sindujoyo.
Perempuan asal Mojowarno, Jombang, itu mengambil cabai dari Surabaya. Namun, nenek 57 tahun tersebut kerap mengalami kesulitan untuk kulak cabai. ’’Barangnya sulit. Jadi, tidak bisa kulak banyak,’’ ungkapnya.
Senada dengan Erni, Fatimah juga mengakui sulitnya mencari cabai. Pedagang cabai asal Karangturi itu tidak bisa kulak banyak. ’’Harganya mahal. Jualnya sulit,’’ ucapnya.
Harga yang terlalu tinggi membuat Fatimah tidak mau menjual cabai dalam jumlah kecil. Penjualan dalam jumlah kecil dinilai merugikan penjual. ’’Pembeli juga banyak yang mengeluh. Tapi, kalau nggak begitu, ya rugi,’’ katanya. ’’Kalau mau beli, minimal ya 1 ons. Beli seribu atau dua ribu ya tidak diladeni,’’ lanjutnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan Gresik Agus Budiono menyatakan, tingginya harga cabai dipengaruhi minimnya persediaan barang dari penyuplai. Anomali cuaca yang luar biasa menghambat produksi para petani cabai. ’’Harga cabai masih menjadi persoalan di sejumlah daerah, tidak hanya di sini (Gresik, Red),’’ tuturnya.
Agus mengatakan, pemerintah sudah melakukan upaya agar hargai cabai bisa terkontrol. Pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pertanian. Juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. ’’Nanti diupayakan distribusi barang (cabai, Red) dari sentra pertanian Puspa Agro di Sidoarjo,’’ ucapnya. (adi/c19/ai/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
