
REVINDIA CARINA
SEORANG perempuan duduk dengan anggun. Revindia Carina menjaga bahasa tubuhnya sehingga terlihat elegan dalam balutan gaun batik bernuansa fuschia dengan rok mekar ala princess. Aura menawan menyeruak saat dia berdiri dan menyapa dengan ramah. Gaun desain sendiri yang mengadopsi busana Putri Aurora itu bernama Eksotika Kenongo.
Kiprah Revindia sebagai anak muda berprestasi di Kota Delta sangat gemilang. Selain menjadi salah seorang model yang memenangi berbagai kompetisi, perempuan yang baru berusia 21 tahun itu telah mendesain puluhan busana khas. Bahannya dari batik tulis Sidoarjo. Dia mendesain pakaian yang selalu mengangkat kekayaan budaya Kota Delta sejak duduk di bangku kelas III SDN Pucang, tepatnya saat masih berusia 9 tahun.
Kala itu sang bunda, Dian Yulianti, menilai si bungsu di antara dua bersaudara tersebut berbakat di dunia model. Revindia pun akhirnya mengikuti arahan ibunya untuk terjun ke dunia fashion. Dia rajin mengikuti berbagai lomba. Tema yang beragam membuat Revindia memiliki ide untuk membikin busana panggung sendiri. ’’Jalan di atas catwalk serasa lebih mantap dan percaya diri kalau baju itu karya sendiri,’’ ujarnya.
Dibantu sang kakak, Randy Ari Pasha, Revindia mulai mengkreasikan gaun-gaun miliknya, mencari-cari referensi dari desainer ternama, sembari mengamati dinamika tren fashion yang juga diikuti para kompetitornya saat lomba. Busana yang amat lekat dalam kenangannya adalah gaun Putri Aurora. ’’Aku suka banget sama karakter princess. Makanya, gaun jadi model busana favoritku,’’ ungkap pencinta merah muda tersebut.
Jika kostum Putri Aurora erat dengan rok panjang berwarna fuschia dan model lengan sabrina bersayap, Revindia menciptakan gaun Aurora versi sendiri. Yakni, memodifikasi batik tulis khas Sidoarjo yang bermotif kenanga sebagai bahan utama. Kemudian, bagian leher dibuat high neck plus sentuhan payet dan berokat gemerlap. Hasilnya, tak hanya terkesan mewah, gaun itu juga kental akan nilai tradisi yang menawan. ’’Karena motif khas batik kenongo, ya aku sebut Eksotika Kenongo,’’ tuturnya.
Kecintaanya pada batik tulis Sidoarjo sangat besar. Revindia memiliki puluhan busana desain pribadi dengan beragam motif batik tulis khas tersebut. Pembuatnya pun pembatik-pembatik ternama. Misalnya, batik Al Huda, batik Kampung Jetis, batik Kunto, dan batik kenongo. Menurut dia, setiap pembatik punya khas masing-masing. Revinda pun ketagihan mempelajari filosofi batik itu. ’’Aku sampai pernah kursus membatik supaya waktu membuat desain bisa bayangin potongan yang bagus,’’ungkap penggemar desainer nasional Anaz Khairunnas tersebut.
Saat ini lebih dari 25 gaun batik tulis Sidoarjo dengan desain variasi menjadi koleksi Revindia. Semua rancangan Revindia yang diperuntukkan bagi dirinya secara pribadi memang tidak diperjualbelikan. Hanya, dia sering menerima job mendesain untuk kawan-kawannya. ’’Kalau gaun yang punya cerita sama aku, nggak apa-apa kok pinjam secara pribadi. Aku nggak pernah narik biaya sewa,’’ tutur Finalis Putri Batik Nusantara 2015 itu lantas tersenyum manis. (via/c22/dio/sep/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
