Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 01.11 WIB

Pasar Wonokromo Lama Segera Direlokasi

SEGERA DIGUSUR: Para pedagang di Pasar Wonokromo lama akan direlokasi ke tujuh pasar milik PD Pasar Surya. - Image

SEGERA DIGUSUR: Para pedagang di Pasar Wonokromo lama akan direlokasi ke tujuh pasar milik PD Pasar Surya.

JawaPos.com – Pembangunan frontage road Jalan A. Yani sisi barat segera berlanjut. Kali ini pemkot akan menggusur bangunan-bangunan di Pasar Wonokromo Lama.


Pasar Wonokromo Lama dikelola PD Pasar Surya Sembada (PDPS). Dari total lahan 3.233,85 meter persegi, yang bakal dikepras untuk pembangunan FR mencapai 1.175,57 meter persegi. Saat ini lahan tersebut dihuni 29 ruko. Hampir semua adalah bangunan permanen dan berjejer di tepi Jalan Raya Wonokromo.


Deretan tersebut kebanyakan diisi toko emas. Ada pula toko konfeksi, obat, dan perlengkapan sepeda. Namun, sebagian toko tersebut sudah lama tidak beroperasi. Maklum, deretan ruko tersebut tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Jarak antara sisi depan toko dan badan jalan hanya sekitar satu meter.


Rencananya, ruko-ruko itu direlokasi ke tujuh pasar milik PD Pasar Surya. Yakni, Pasar Wonokromo, Tambahrejo, Rungkut Baru, Pucang Anom, Gubeng Masjid, Kedungsari, dan Banjar Sugihan.


Namun, pasar-pasar tujuan relokasi tersebut dikeluhkan para pemilik ruko. Salah satunya Juniwati Sugiharto. Pemilik toko emas tersebut menyatakan sudah mengecek ke seluruh pasar tujuan relokasi. ’’Gak cocok sama tempat yang ditawarkan,’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos, Senin (23/1). Apalagi, rukonya merupakan bisnis keluarga turun-temurun sejak 1958.


Sama dengan Juniwati, Hadi Trisno enggan direlokasi. Alih-alih disuruh pindah, dia lebih menginginkan ganti rugi bangunan. Memang, kebanyakan pedagang membangun ruko dengan biaya pribadi. Apalagi, ruko tersebut dibeli sejak dulu dari perseorangan. Mereka juga mengaku tidak tahu bahwa lahan tersebut ternyata milik PD Pasar.


Saat dimintai konfirmasi, Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Zandi Ferryansa menerangkan, pihaknya memang sedang berfokus pada proses relokasi untuk mendukung terlaksananya proyek FR barat. Ketika ditanya mengenai sisa lahan yang tidak terdampak, dia belum bisa memastikan apakah akan tetap dikembangkan sebagai pasar atau tidak.



Namun, soal sosialisasi relokasi, Ferry enggan berkomentar banyak. Alasannya, masalah tersebut menjadi kewenangan Direktur Pembinaan Pedagang Nurul Azza. Sayang, direktur perempuan itu sulit dimintai keterangan. Jawa Pos beberapa kali berusaha menghubungi Nurul, tapi tidak pernah direspons. (kik/c5/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore