
FASILITAS LENGKAP: Bedak dan stan di Sentra Ikan Bulak tampak mangkrak.
JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Sentra Ikan Bulak (SIB), Rabu (11/12). Sejak diresmikan pada Desember 2012, SIB relatif sepi.
Tidak banyak pengunjung yang mampir. Sebab, masih banyak pedagang nakal yang berjualan di pinggir jalan. Pemkot menyediakan fasilitas pengasapan ikan gratis di SIB.
Syaratnya, para pedagang harus berjualan di SIB. Fasilitas tersebut memang digunakan para pedagang. Namun, mereka justru menjual ikan di depan rumah masing-masing atau membuka lapak di sepanjang jalan menuju Jembatan Suroboyo.
Setiap pedagang mendapat jatah satu tungku. Biasanya mereka mengasapi ikan pada pukul 02.00. Ikan-ikan tersebut dijual saat pagi.
Sementara itu, jumlah petugas jaga dari dinas pertanian terbatas. Mereka tidak bisa mengawasi para pedagang selama 24 jam. Salah satu lokasi yang paling ramai pedagang kaki lima (PKL) berada di Kejawan Lor.
Terdapat ’’SIB mini’’ di sana. Para pedagang memakai sebidang tanah kosong untuk membuka sentra ikan baru. Alasnya berupa meja bambu dan atapnya terpal oranye.
Satpol PP pun tidak bisa menertibkan lokasi tersebut lantaran para pedagang tidak menggunakan bahu jalan. Satu-satunya langkah yang diambil adalah mencegah para pembeli datang.
Truk dan pikap milik satpol diparkir di depan lokasi berjualan. Namun, masih saja ada pembeli yang mampir. Mereka memilih tempat tersebut lantaran servisnya lebih cepat. Tidak perlu parkir. Semacam layanan drive-thru.
Risma mengatakan sudah berulang-ulang menertibkan pedagang. Mereka diajak berjualan di SIB. Namun, pedagang tetap saja berjualan di jalan. SIB pun sepi.
Akses menuju Jembatan Suroboyo yang justru macet. Sebab, jalan itu hanya bisa dilewati dua mobil. Kalau ada bus, arus pasti tersendat.
”Ancene nggeregetno kok (memang menjengkelkan, Red),” kata Risma, perempuan yang pernah menjadi kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya.
Dia lalu memanggil Kepala Satpol PP Irvan Widyanto yang duduk tidak jauh darinya. ”Pak Irvan itu tolong pedagangnya disuruh jualan di SIB,” ucap Risma yang disambut anggukan oleh Irvan.
Irvan juga mengatakan bahwa pedagang sulit diatur. Bagai kambing menanduk bukit. Bagaimanapun upayanya, para pedagang belum mau berjualan di SIB.
Saat ini satpol PP memiliki 420 personel. Jumlah itu belum ideal bila dibandingkan dengan populasi penduduk Surabaya yang mencapai 3 juta jiwa.
”Akhir Desember sampai Januari, kami melakukan rekrutmen lagi,” kata mantan camat Rungkut itu. Dengan jumlah minim, pihaknya tidak bisa memantau SIB setiap saat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
