Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Desember 2016 | 02.38 WIB

Nia Rachmawati, Ibu dengan Kuintuplet, Repot-Repot Asyik...Satu Sakit Yang Lain ”Tunggu Giliran”

KEREPOTAN IBU: Nia bersama lima buah hatinya. Alangkah repot dan asyiknya mengurus lima balita kembar yang lincah dan sehat. - Image

KEREPOTAN IBU: Nia bersama lima buah hatinya. Alangkah repot dan asyiknya mengurus lima balita kembar yang lincah dan sehat.

Nia Rachmawati berhasil membesarkan lima bayi kembar yang kini usianya mencapai 17 bulan. Bisa bayangkan kan bagaimana hebohnya merawat lima anak sekaligus? Namun, perempuan 32 tahun itu tak mau mengeluh. Dia menikmati setiap kerepotan yang asyik tersebut.





LIMA bocah kembar itu berkumpul di ruang tengah salah satu rumah di Jalan Sahabudin, Kecamatan Bulak. Tiga di antaranya asyik menonton Teletubbies di sebentuk tablet.



Satu lagi asyik mengacak-acak sayur yang dikeluarkan dari kulkas karena akan dimasak. Satunya lagi menuang mainan dari wadahnya. Berantakan. Alamak...



Tapi, perhatian mereka sontak teralihkan ketika Nia Rachmawati, ibu si kembar lima itu, keluar dari kamar. Nia memang sengaja dandan rapi. Lengkap dengan kerudung. Rias wajahnya juga oke. Cantik.



Kembar lima tersebut langsung berlomba-lomba menghampiri ibunya yang berada di pintu ruang tengah. Semua ingin digendong. Merengek-rengek. ”Dikira emaknya mau pergi pasti,” ujar Nia.



Sabtu itu (17/12) Jawa Pos berkunjung ke rumah kembar lima. Dari luar, rumah tersebut tampak sepi. Tidak ada suara rengekan bayi. Malah tidak ada penanda bahwa si empunya rumah memiliki lima batita kembar.



Salah satu misi hari itu adalah foto bareng Nia dan lima anak kembarnya. Misi ”sederhana” tersebut ternyata tidak gampang. Terutama dalam berpose. Ada yang sibuk minum susu.



Ada yang memanjat-manjat sofa untuk mengambil air mineral. Rizky Ramadhan Pratama, si sulung, malah berjalan ke belakang fotografer Jawa Pos, Dika Kawengian.



Berulang-ulang Nia harus memanggil anak-anaknya yang mulai tidak in-frame. Keribetan itu mengingatkan Nia ketika dua bulan lalu salah satu asisten rumah tangganya resign.



Walaupun masih dibantu satu asisten rumah tangga dan keponakannya, dia tak jarang merasa kewalahan. Apalagi ketika si kecil mulai sakit. ”Sakit pasti rewel,” tuturnya.



Malah sering kejadian, Nia tidak bisa mandi dengan tenang karena kelima bayinya menunggui di luar. Bukan hanya itu. Pintu kamar mandi pun digedor-gedor. Si kembar akan tenang ketika melihat Nia keluar.



”Saya pernah tidak menutup kamar mandi karena anak-anak rewel kalau pintu ditutup,” tutur Nia. Nah, kalau satu bayi sakit, Nia dan Hari Saputra, ayah bayi, selalu membawa lima obat sekaligus.



”Dokter Agus Harianto (dokter spesialis anak RSUD dr Soetomo yang menangani si kembar, Red) pasti sudah hafal,” ucap Nia. Sebab, jika satu sakit, anak-anak akan giliran sakit.



Hal tersebut sering terjadi, antara lain, karena si kembar sering makan dalam satu piring bersama. ”Untuk mempermudah saja,” ucap lelaki kelahiran 10 November itu.



Kuintuplet (kembar lima) tersebut memang lebih dekat dengan Nia daripada ayahnya. Hari Saputra yang berpangkat kapten TNI-AL itu memang sibuk oleh urusan kesatuan.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore