Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Desember 2016 | 16.57 WIB

Pesta Arak, Tiga Nyawa Melayang

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com- Tiga orang tewas setelah berpesta miras berjam-jam. Awalnya mereka bermabuk-mabukan di makam Jarak, Surabaya. Belum puas, mereka melanjutkan acara menenggak minuman berjenis arak itu di rumah. Tiga orang yang nahas itu adalah Sujono, Mulyono, dan Suwarno. Ketiganya merupakan warga Simogunung Kramat, Surabaya.



Pesta miras tersebut dilakukan dalam tiga gelombang. Pesta miras pertama dimulai pada pukul 08.00 Selasa (6/12) di makam Jarak. Peserta awalnya cukup banyak. Namun, pada tengah hari sebagian di antaranya memilih pulang. Tinggal Sujono, Suwarno, Mulyono, dan Djainoeri.



Dalam pesta itu, mereka memulainya dengan menenggak satu setengah botol arak. ’’Mereka membelinya dari suami saya,” ujar Dwi Purningsih, istri Slamet Supriyadi, si penjual miras. Kebetulan, rumah Dwi memang tidak jauh dari makam tersebut.



Sekitar pukul 17.00, pesta miras bubar. Rupanya, Sujono belum puas dengan acara mabuk bersama itu. Dia kemudian mengundang Suwarno, Mulyono, dan Djainoeri untuk berpesta miras lagi di rumahnya, Simogunung Kramat Timur IV/30. Pesta tahap kedua itu dilakukan pada pukul 20.00 Selasa.



Esoknya, Rabu (7/12), pesta masih berulang. Mereka menenggak miras mulai pukul 08.00. Baru dua jam berlangsung, Sujono tumbang. Keluarga sempat meminumkan air kelapa muda. Namun, karena kondisinya makin buruk, Sujono dilarikan ke dokter. Sayang, dalam perjalanan, Sujono tewas di atas becak yang ditumpanginya. Sujono akhirnya dikubur di makam Jarak.



Baru satu jam pemakaman Sujono tuntas, kabar mengejutkan lain datang. Rupanya Suwarno, Mulyono, dan Djainoeri juga tergeletak karena kebanyakan menenggak minuman beralkohol. Mereka pun dilarikan ke RSUD dr Soetomo, Surabaya. ’’Kondisinya memprihatinkan. Kami memutuskan untuk membawa mereka ke rumah sakit,” lanjut Kapolsek Sawahan Kompol Yulianto.



Menurut Ketua Forum Pers RSUD dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpB-KL, Suwarno dan Mulyono akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Rabu pukul 22.00. Adapun, seorang korban lagi, yaitu Djainoeri, masih berada di ruang observasi intensif (ROI). ”Hal ini untuk melihat kondisi dan persebaran racun di tubuh korban,” jelas Urip. Dokter juga memasang ventilator di tubuh Djainoeri sebagai alat bantu pernapasan.



Polisi masih menyelidiki kasus itu. Penjual arak saat ini juga menjalani pemeriksaan. ’’Semoga ditemukan siapa yang harus bertanggung jawab,” ungkap Yulianto.



Sahlan yang dianggap mengetahui kronologi kejadian tersebut masih dicari polisi. Menurut warga sekitar, Sahlan lari ke rumahnya di daerah Blitar, sesaat setelah Sujono meninggal dunia. ’’Mungkin karena takut, dia lari, ngakunya pulang kampung,” ujar salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya. (aji/c7/git)







Editor: Fim Jepe
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore