Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Desember 2016 | 04.52 WIB

Pantomim Asah Kreativitas dan Mental, Sampaikan Pesan lewat Ekspresi Wajah

IN THE MOOD: Dari kiri, Andy Rahman Arif, pelatih ekstrakulikuler pantomim SD Great Crystal School Surabaya diikuti Divya Bangia dan Michelle Moody Hadhinoto saat beraksi. - Image

IN THE MOOD: Dari kiri, Andy Rahman Arif, pelatih ekstrakulikuler pantomim SD Great Crystal School Surabaya diikuti Divya Bangia dan Michelle Moody Hadhinoto saat beraksi.

Pantomim bukan sekadar seni pertunjukan yang menghibur, tetapi juga menarik untuk dipelajari. Kemasannya bisa dalam bentuk ekstrakurikuler seperti yang ada di Great Crystal School.





DIVYA Bangia sedang ngambek. Berulang-ulang dibujuk untuk latihan, dia bergeming. Gadis kelas IV Great Chrystal School itu hanya memilih duduk manis.



Padahal, rekannya, Michelle Moody Hadhinoto, sudah siap beraksi. Wajahnya sudah diolesi cat putih dan pemerah pipi khas pemeran pantomim.



Memang gampang-gampang susah jika anak sedang tidak mood. Divya adalah salah seorang di antara mereka. Dia sedang tidak bergairah berlatih pantomim.



Sang pelatih, Andy Rahman Arif, harus pandai-pandai melakukan pendekatan. Pernah suatu ketika pentas akan dimulai. Namun, salah seorang siswanya tidak mood.



’’Jadinya waswas,” ucap Andy. Namun, rayuan dan pendekatan yang baik tetap dilakukan. Andy bersyukur, saat hari H pertunnukan, anak didiknya bisa tampil dengan baik.



Alumnus Sendratasik Unesa itu mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam ekstrakurikuler pantomim ialah menjaga mood anak. ’’Berbagai upaya dilakukan, tetap dirayu,’’ tuturnya.



Ekstrakurikuler pantomim di sekolah dasar yang dikepalai Iwan Kunhadi itu baru berlangsung setahun. Meski begitu, Andy menilai, perkembangan ekskul tersebut cukup pesat.



Dari beberapa lomba yang diikuti, anak didiknya mendapat juara. Walaupun, lomba tersebut masih berskala lokal. Bahkan, mereka berhasil meraih beberapa nomor kejuaraan.



Saat ini terdapat 20 siswa yang bergabung dengan ekskul pantomim. Mereka adalah siswa kelas I hingga kelas V. Andy menjelaskan, pantomim merupakan perpaduan gerak tubuh dengan ekspresi.



Ada sebuah pesan atau rangkaian cerita yang dikemas di dalamnya. Karena itu, pantomim menjadi bagian dalam drama. ’’Biasanya berdurasi 5–10 menit, bergantung ketahanan anak,’’ tuturnya.



Cerita-cerita yang menjadi tema pantomim tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Baik cerita saat di kelas maupun di rumah.



Ada hal-hal atau teknik dasar yang harus dikuasai siswa untuk membawakan pantomim. Teknik dasar tersebut adalah kelenturan tubuh dan ekspresi wajah.



Siswa harus bisa ekspresif saat marah, sedih, susah, bingung, riang, dan sebagainya. ’’Saya beri langkah-langkah dan contohnya,’’ terangnya.



Siswa, kata Andy, akan bisa meniru jika diberi contoh. Misalnya, teknik atau cara duduk senderan. Menurut dia, hal itu berkaitan dengan kekuatan kaki dan tubuh.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore