Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 November 2016 | 03.52 WIB

Topeng-Topeng untuk Pahlawan, Muncul Karakter-Karakter Superhero

TOPENG IMUT: Sebagian karya peserta lomba Semarak 10 November Kreasi Seribu Topeng di halaman PT Gading Murni, Jalan Tunjungan, kemarin. Sebanyak 525 peserta berpartisipasi pada perhelatan tersebut. - Image

TOPENG IMUT: Sebagian karya peserta lomba Semarak 10 November Kreasi Seribu Topeng di halaman PT Gading Murni, Jalan Tunjungan, kemarin. Sebanyak 525 peserta berpartisipasi pada perhelatan tersebut.

JawaPos.com – Anak-anak punya interpretasi sendiri tentang sosok pahlawan. Itu terlihat pada lomba Semarak 10 November Kreasi Seribu Topeng di halaman PT Gading Murni, Jalan Tunjungan, Minggu (13/11).



Wajah-wajah pahlawan super menyembul di antara rupa-rupa kreatif dan imajinatif lain. Lomba tersebut menghasilkan 525 topeng yang dibentuk tangan kreatif anak-anak SD dan TK.



Mereka dibekali krayon dan aneka pernik semacam payet, manik-manik, glitter, dan sebagainya. Lomba menghias topeng itu merupakan salah satu rangkaian acara untuk memperingati Hari Pahlawan dan menyambut ulang tahun PT Gading Murni pada Februari.



”Hari ini masih 500 topeng yang dihias. Pada Februari nanti ada 1.000 topeng lagi yang dihias di balai kota untuk memecahkan rekor Muri,” ujar Rini Hartati, penanggung jawab sekaligus ketua panitia acara.



Peserta berasal dari sekolah-sekolah di Surabaya. Di antaranya, SD Sawahan 1, SDN Menanggal, SD Mutiara Anak Sholeh, TK Auditia, TK Dahrul Ilmi, dan TK Taruna Bakti.



Akan diambil 16 juara pada lomba menghias topeng tersebut. Semua juara mendapatkan bingkisan dan uang tunai. ”Kriteria penilaian meliputi kreativitas, estetika, kebersihan, dan kerapian,” tuturnya.



Peserta harus bisa menyulap penampilan topeng yang semula putih polos menjadi terlihat unik dan bagus. Topeng juga harus mempunyai nilai estetika melalui pemilihan warna tepat dan motif yang sesuai.



Semua peserta lomba mendapatkan sertifikat yang langsung bisa diambil setelah mengumpulkan topeng yang sudah dihias. Antusiasme para peserta lomba sangat tinggi.



Banyak di antara mereka yang mendaftar sejak dua minggu sebelum pelaksanaan lomba. ”Saya sudah menolak banyak peserta karena membeludaknya kuota,” tambah Rini.



Para siswa dari berbagai sekolah berbondong-bondong datang ke lokasi dengan didampingi orang tua. Sebagian besar siswa dikoordinasi per sekolah dengan menyewa angkutan umum.



Sedangkan para orang tua menggunakan kendaraan pribadi. Mulai pukul 08.00, para peserta lomba sudah memadati lokasi. Lomba dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 10.00.



Setelah daftar ulang, para peserta mendapatkan topeng plus krayon dari panitia. Kemudian, mereka berkreasi dengan topeng masing-masing. Sebagian peserta membeli peralatan tambahan seperti manik-manik dan glitter di lokasi.



Sedangkan yang lain sudah membawa hiasan dari rumah. Setelah itu, Batman, Spider-Man, dan lain-lain bermunculan. Yang lain menggambar berbagai macam hewan seperti kucing dan macan.



Defattah, siswa SDN Perak Barat, membuat topeng berwajah oriental yang memakai topi khas Tiongkok. Topeng itu memiliki alis tegak dan kumis tebal yang digambar dengan menggunakan krayon hitam.



Karya lain yang tak kalah menarik datang dari Kenzo Bintoro. Kenzo yang didampingi ibunya membuat topeng bertema burung cenderawasih.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore