
INOVASI PANGAN: Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko (kiri) dan Ahzha Andhar ’Awwady menunjukkan poster dan nasi brokoli karya mereka. Kanan, grafis seputar bahan dan cara membuat nasi brokoli.
Gantikan Nasi untuk Penderita Diabetes
Ahzha Andhar ’Awwady dan Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko berinovasi di bidang pangan. Dua siswa SMAN 20 Surabaya itu menciptakan pengganti nasi dengan bahan dasar brokoli dan tepung sagu. Aman bagi penderita diabetes melitus.
IDE pembuatan nasi brokoli tersebut berawal dari kegelisahan Ahzha dan Zalfa. Mereka mengetahui bahwa angka penderita diabetes di Indonesia terbilang tinggi.
Bahkan, diabetes berada di urutan ketiga –setelah stroke dan gangguan jantung– dalam jajaran penyakit terbanyak yang diderita masyarakat.
”Salah satu pemicu diabetes adalah pola makan yang tak dijaga, terutama mengenai pengaturan kandungan gizi yang seimbang,” ungkap Ahzha.
Pengidap diabetes, lanjut Ahzha, disarankan membatasi nasi. Sebab, indeks glikemik makanan pokok masyarakat Indonesia itu cukup tinggi.
Bila kadar glukosa darah tinggi, tentu risiko seseorang menderita diabetes ikut meningkat. Mereka lantas melakukan eksperimen mencari makanan pengganti yang cocok untuk penderita diabetes.
Setelah mencoba beberapa bahan pangan, keduanya sepakat memilih brokoli sebagai bahan utama dan tepung sagu sebagai perekat.
”Kami memilih brokoli dan sagu yang memiliki kandungan pas untuk menggantikan nasi,” tutur siswa kelas XII MIA 3 itu.
Brokoli dipilih karena mengandung vitamin C, A, K, dan E yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa hasil studi sebelumnya menegaskan bahwa brokoli mampu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.
Tepung sagu pun tak melulu berperan sebagai perekat. Bahan tersebut menutupi kekurangan brokoli. Yakni, kaya serat dan kandungan karbohidratnya rendah.
”Karena memiliki cukup serat dan kalori, makan sagu cukup mengeyangkan,” kata penghobi basket itu.
Menurut Zalfa, pembuatan nasi brokoli cukup mudah. Brokoli tinggal digiling halus, lantas dicampur sagu yang diberi sedikit air. Untuk setiap takaran, keduanya mematok 4 banding 1.
”Kalau brokoli 1 kilo (kg), berarti tepung sagunya hanya 250 gram,” bebernya. Patokan 4:1 merupakan komposisi terbaik untuk membuat nasi brokoli.
Sebab, jika terlalu banyak tepung sagu, bahan akan cepat basi. Jika tepung sagu kurang, bahan akan encer.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
