Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Januari 2017 | 00.12 WIB

Pretty Menyantap Ayam Hidup Lagi

BELUM BERHENTI: Miskaulah alias Pretty ketika memakan ayam hidup. - Image

BELUM BERHENTI: Miskaulah alias Pretty ketika memakan ayam hidup.

JawaPos.com- Miskaulah kembali melakukan kebiasaan anehnya. Memakan ayam hidup-hidup. Sesaat sebelum menyantapnya, perempuan 47 tahun itu terus mengawasi seekor ayam yang terikat di sebuah pohon dekat rumahnya. Yakni, di Dusun Jangan Asem, Desa Trompo Asri, Jabon, Sidoarjo. Aksi itu dilakukan Jumat siang (6/1).


Dia tampaknya tidak ingin ayam itu lepas atau ada orang yang mengambilnya. Sebab, ayam itu bakal menjadi santapan makan siang. Adik Miskaulah sempat mencoba menyembunyikan ayam tersebut. Namun, Miskaulah ngambek. Dia bergegas mencegahnya. “Iku pitekku (itu ayam saya, Red)” katanya sambil berlari ringan mendekati adiknya.


Miskaulah langsung memegang ayam tersebut. Lalu, dia menuju ke pinggir sungai dekat rumahnya. Tidak lama, beberapa warga mengikuti langkah Miskaulah. Termasuk, anak-anak yang baru pulang sekolah. Mereka sangat hafal dengan kebiasaan Miskaulah memakan ayam hidup-hidup setiap Jumat Legi atau Jumat Kliwon. Karena itu, banyak warga yang sudah menunggu.


Setibanya di pinggir sungai, janda dua anak itu pun memulai kebiasaan ganjilnya. Mula-mula dia menggigit leher ayam dan seterusnya. Tampak lahap dan cepat sekali. Melihat aksi itu, salah seorang anaknya sempat mencoba menghentikan ulah Miskaulah. Namun, Miskaulah tidak menggubris. “Sampun... sampun, Bu. (Sudah. Sudah, Bu),” pinta anaknya.


Ekspresi Miskaulah terlihat datar. Seperti anak-anak, dia terlihat sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri. Meski banyak warga yang menonton, Miskaulah tetap tidak peduli. Ayam itu terus disantap. Kurang lebih 10 menit, Miskaulah mempertontonkan kebiasaan aneh itu. Beberapa warga ada yang merekamnya. Anak Miskaulah akhirnya geregatan juga. Tubuh ayam yang tersisa itu diambil paksa dan dibuang ke sungai. Warga yang menonton membubarkan diri.


Miskaulah mengaku, seluruh tubuhnya menjadi lebih sehat dan segar setelah memakan ayam hidup-hidup itu. Hal itulah yang membuatnya ketagihan. Dia kembali mengatakan, kebiasaan aneh itu karena ada dorongan itu begitu kuat. Dia tidak kuasa melawan atau menolaknya. Jika tidak dituruti, bawaannya ingin marah. Namun, setelah makan ayam hidup-hidup ada rasa penyesalan.


“Saya sudah berusaha menolak keinginan itu. Tetapi, saya jadinya pengin marah. Badan saya panas. Pengin banting barang-barang di rumah,” kata perempuan yang pernah menjadi penyiar radio komunitas itu.


Perempuan yang akrab dipanggil Mama Pretty itu juga menyatakan, kebiasaan makan ayam hidup-hidup itu bukan karena pengaruh ilmu tertentu. Dia mengaku, lebih karena kebiasaan sejak kecil. ''Sebetulnya sekarang sudah sembuh. Tetapi, belum bisa hilang. Masih makan sebulan sekali satu ekor,” ungkapnya.


Miskaulah ingin sekali bisa sembuh total. Artinya, tidak lagi makan ayam hidup. Dia berharap, bisa menjalani terapi seperti yang dulu pernah dilakukan di RSUD Sidoarjo. Apalagi, anaknya terus menentang. “Anak saya yang terakhir masih SMA. Dia malu kalau ibunya suka makan ayam hidup-hidup,” ujarnya.


Karena itu, Miskaulah berencana akan berkunjung ke Puskesmas Jabon untuk kontrol kembali pada Senin lusa (9/1). Dia berharap, pihak puskesmas bisa membantunya hingga benar-benar sembuh. “Saya punya kartu indonesia sehat (KIS). Nanti saya mau pakai,” katanya.


Miskaulah berjanji akan menjalani terapi secara teratur. Tidak seperti lima tahun lalu. Pokoknya, dia benar-benar ingin sembuh total. Begitu juga dengan harapan keluarga. Bahkan, kini dia juga telah menolak untuk tampil di depan umum (atraksi) dengan memakan ayam hidup-hidup itu. “Tahun baru lalu saya menolak 10 tawaran. Anak saya juga menolaknya,” tuturnya.



Menurut Siti Rohmah, anak Miskaulah, pihaknya juga telah berusaha melarang ibunya untuk makan ayam hidup-hidup. Jika kebiasaan itu mulai kambuh, dia mencoba untuk mengalihkan pikiran ibunya dengan memakan lauk yang lain. “Sekarang sebulan sekali, katanya untuk tombo pengin. Tetapi, saya terus mencoba melarang. Kadang, ibu nekat minta dibelikan ayam ke rumah saudara,” tandasnya. (ayu/hud)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore