
PERKUAT EKONOMI MUSLIMIN: Bachtiar Nasir di pengajian akbar yang bertema Kerja Sama Strategi Ekonomi Syariah Minggu (19/3) di Umsida.
JawaPos.com – Masyarakat membanjiri halaman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Mereka datang untuk mengikuti agenda pengajian akbar bersama Ustad Bachtiar Nasir. Tema Jihad Ekonomi untuk Umat menjadi bahasan pengajian progresif Minggu (19/3). Yang ditekankan adalah pentingnya bahu-membahu dalam memajukan ekonomi Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan bisa menjadi tonggak kemajuan.
Pengajian tersebut dimulai pukul 09.00, tepat setelah Ustad Bachtiar Nasir datang. Mengenakan kemeja putih polos dan kopiah hitam, Bachtiar terlihat fresh dan bersemangat. Dia mengatakan bahwa tema yang diusung dalam pengajian itu, Jihad Ekonomi untuk Umat, adalah bahasan yang tepat. ’’Ini penting untuk ditanamkan pada saudara-saudara muslim,” katanya.
Menurut dia, saat ini yang disoroti sebenarnya adalah ketidakadilan ekonomi yang makin hidup subur di tanah air. Karena itu, Bachtiar ingin menyebarkan paradigma bahwa muslim Indonesia tidak perlu membangkang kepada negara, malah harus memperjuangkan kemajuan negara. Salah satu caranya adalah memperkuat jaringan antara UMKM satu dan yang lain di setiap daerah. ’’Buat UMKM saling terhubung dan berdaya guna supaya ketertinggalan bisa dikejar,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo Saidati Zubaidah mengatakan, Bachtiar Nasir menyampaikan apa yang ada dalam benak organisasinya. ’’Satu visi. Pas sekali. Jadi, bagaimana silaturahmi dalam hal ekonomi ini bisa menjadi bentuk jihad ekonomi para muslim,” ujarnya saat ditemui setelah acara. Menurut dia, Aisyiyah ingin membangkitkan kembali perekonomian masyarakat, terutama kaum muslim, agar tidak terinjak-injak oleh negara lain.
’’Nanti kami melaksanakan pembinaan dan pelatihan yang terorganisasi buat UMKM. Lalu, kami link-kan satu sama lain,” imbuhnya. Perempuan yang juga ketua Koperasi As Sakinah, Sidoarjo, itu yakin bahwa dengan networking, kemajuan ekonomi buat masyarakat pribumi akan dicapai. Koperasi yang digawanginya juga bakal menjadi proyek percontohan karena asetnya sudah cukup besar. ’’Silaturahmi kuat, rezeki mengalir,” katanya. (via/c7/dio/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
