Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Februari 2017 | 18.30 WIB

Tasyakuran Saiful Ilah-Nur Ahmad Syaifuddin Satu Tahun Mengabdi, Pendapatan Daerah Naik Signifikan

BEBER SUKSES: Bupati Saiful Ilah (tiga kiri) dan wakilnya Nur Ahmad Syaifuddin (dua kanan) saat Satu Tahun Menjabat di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. - Image

BEBER SUKSES: Bupati Saiful Ilah (tiga kiri) dan wakilnya Nur Ahmad Syaifuddin (dua kanan) saat Satu Tahun Menjabat di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.

JawaPos.com – Jumat (17/2) tepat setahun pasangan Saiful Ilah dan Nur Ahmad Syaifuddin memimpin Kabupaten Sidoarjo. Untuk memperingati masa baktinya, Kamis (16/2) bupati dan Wabup mengadakan tasyakuran sederhana. Dalam acara tersebut, keduanya menyampaikan sejumlah capaian selama setahun mengabdi.


Acara tasyakuran di Pendapa Delta Wibawa itu berlangsung mulai pukul 13.00. Seluruh SKPD hadir. Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng oleh bupati. Lalu, diserahkan kepada Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan. Setelah ramah-tamah, acara dilanjutkan dengan paparan capaian kinerja pemkab selama setahun.


Realisasi kinerja pemkab itu dibagi menjadi empat bidang. Yakni, bidang pemerintahan, ekonomi, permukiman dan prasarana wilayah, serta sosial budaya. Satu per satu, bupati asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyebutkan kemajuan empat bidang itu.


Di bidang pemerintahan, Saiful mengungkapkan bahwa pemkab sudah menjalankan aturan pemerintah pusat. Yakni, menata organisasi perangkat daerah (OPD). Penataan organisasi itu sangat dibutuhkan. Tujuannya, mewadahi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan publik. ”Masyarakat terus meminta layanan yang baik,” jelasnya.


Dalam bidang ekonomi, lanjut dia, kekuatan APBD Sidoarjo naik signifikan. Pada 2016, jumlah pendapatan daerah mencapai Rp 3,39 triliun dan belanja daerah Rp 3,95 triliun. Pendapatan asli daerah (PAD) memperoleh Rp 1,2 triliun. Nah, tahun ini naik. Jumlah pendapatan daerah mencapai Rp 3,85 triliun, belanja daerah Rp 4,27 triliun, dan PAD Rp 1,31 triliun.


Di bidang permukiman dan prasarana wilayah, pemkab terus mengembangkan Sidoarjo. Misalnya, pembangunan gedung serbaguna di Jalan Lingkar Timur. Gedung 4,2 hektare tersebut bakal tuntas tahun ini. Saiful memaparkan, gedung itu nanti bisa dimanfaatkan untuk mewadahi beragam aktivitas warga Sidoarjo. ”Bisa dipakai untuk berolahraga, acara pernikahan, dan konser musik serta kesenian,” paparnya.


Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Serangkaian program telah dijalankan untuk membersihkan Kota Delta. Misalnya, program Sidoarjo Zero Waste atau nol sampah. Kegiatan tersebut menyentuh suluruh desa. Selain itu, dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) gencar membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Sistem pengolahan sampah menggunakan pola 3R (reduce, reuse, recycle). Saat ini ada 70 TPST yang berdiri.


Di bidang sosial budaya, lanjut dia, pemkab terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Caranya memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak. Selama 2016, pemkab merehab 87 ruang kelas SD yang rusak berat, 65 rehab sedang, dan pembangunan 16 ruang kelas baru.


Dalam kesempatan itu, Saiful menyampaikan sejumlah inovasi OPD pemkab. Di antaranya, aplikasi M-Bonk. Aplikasi buatan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) tersebut berfungsi mengajak warga untuk berpartisipasi mengabarkan kerusakan jalan kepada pemkab. Selain itu, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu mempunyai inovasi sistem pelayanan perizinan terpadu (sippadu) serta tanda tangan dan stempel elektronik (sittek) yang menjadi contoh KPK untuk layanan perizinan se-Indonesia.


Ada kelebihan, tapi masih ada sejumlah kekurangan. Di antaranya, penanganan banjir. Genangan air saat hujan deras masih melanda sejumlah kawasan. Yang terbaru, banjir menyapu bersih lima desa di wilayah Jabon.



Saiful berjanji terus melakukan perbaikan. Ke depan pemkab mengalokasikan dana Rp 20 miliar untuk normalisasi sungai. Jangka panjang, akan dibangun pintu air dan boezem di wilayah tengah Sidoarjo. Selain itu, untuk problem banjir di kawasan Jabon, pemkab telah bertemu pihak balai besar wilayah sungai (BBWS). ”Secepatnya dilakukan normalisasi kali,” pungkasnya. (aph/c16/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore