
KENA TEMBAK: Pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor saat ditunjukkan akhir pekan (5/3) kepada awak media.
JawaPos.com – Tim antibandit kembali menangkap pelaku curanmor. Kali ini mereka membekuk pasangan suami istri, Saiful alias Gofer dan Yeni Indah Sari. Penangkapan keduanya berdasar pengembangan penyidikan tersangka lain yang diamankan sebulan lalu.
”Sebelumnya kami menangkap Bendot. Setelah kami interogasi siapa kawanannya, dia menyebut nama dua pelaku ini,” terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kemarin (5/3).
Bendot yang memiliki nama asli Hendra Budi Permana merupakan gembong curanmor di 30 lokasi. Modusnya bervariasi. Mulai merusak gembok pagar hingga menggunakan kunci T.
Bersama kawanan lainnya, Gofer dan Yeni kerap menyasar kawasan perumahan yang sepi. Mereka biasa beraksi saat dini hari, sekitar pukul 03.00. Pasutri itu kompak menggasak motor sejak delapan bulan lalu. Selama ini mereka berbagi peran. ”Keduanya ini sudah mahir. Bukan sekali dua kali saja,” kata polisi asal Medan tersebut.
Kedua pelaku beraksi cukup singkat. Tidak lebih dari lima menit. Gofer bertugas sebagai pemetik. Dia merusak kunci motor yang sedang terparkir. Meski motor sudah dikunci setir, dia bisa dengan gampang meluruskannya. ”Istrinya bagian pemberi kode. Kalau situasi tidak aman, mereka geser,” tambah Shinto.
Berdasar hasil pemeriksaan, Gofer dan Yeni juga mendapat tugas merekrut orang. Mereka meyakinkan orang lain agar bersedia bergabung ke komplotannya. Bendot adalah salah seorang yang sukses dikader pasutri yang indekos di Lebak Jaya V tersebut.
Selain Bendot, ada nama Erfan Mansyur alias Erpan. Pria 19 tahun itu terjaring razia tim antibandit. Ketika diberhentikan saat berkendara, dia tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan motor. Berawal dari penyidikan Erpan itulah, polisi mengantongi banyak nama pelaku dalam satu jaringan.
Gofer biasa membawa motor curian ke seorang penadah di Madura. Satu motor biasanya laku Rp 2,5 juta. Hasilnya dibagi rata. Sedangkan jatah istrinya sudah dihitung jadi satu dengan bagian yang diterima Gofer.
Gofer mengaku menggasak motor demi menghidupi seorang anaknya yang baru berusia tujuh bulan. Selama ini penghasilannya sebagai tukang sayur di Pasar Keputran pas-pasan. (did/c10/fal/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
