
DUKUNG PERSEBAYA: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan menegaskan siap mengamankan laga Persebaya.
JawaPos.com- Lugas, santai, tetapi tidak kehilangan ketegasan. Kesan itu melekat kuat pada Kapolrestabes Surabaya yang baru, Kombespol Rudi Setiawan. Selama satu setengah jam, Rudi berbicara tentang Persebaya, pengamanan kota, dan inovasi kepolisian. Berikut petikannya.
Surabaya menjadi perbincangan di dunia sepak bola. Sebab, polisi Surabaya berani memberikan izin untuk pertandingan sepak bola.
Kenapa tidak? Kenapa harus melarang pertandingan sepak bola? Saya melihat sebuah pertandingan yang klubnya menjadi ekspresi kebanggaan warganya tidak ada masalah. Di Surabaya, saya optimistis Bonek bisa diajak tertib. Ini kan terbukti sebelumnya.
Selama ini Surabaya dikenal sebagai kota yang warganya memiliki militansi tinggi ke Persebaya. Apa itu tidak menjadi pertimbangan keamanan?
Sebenarnya sederhana saja. Tinggal pengelolaan bersama saja. Para Bonek itu tinggal ditanya keinginannya. Saya bersedia duduk bersama. Bahkan, saya juga mau menjadi bapaknya Bonek. Sebab, semua punya keinginan yang sama. Yakni, sama-sama ingin berteriak dengan enak dan nyaman mendukung kesebelasannya. Itu saja kan?
Kalau perlu, saya bahkan mau menggelar lomba atraktif-atraktifan Bonek antartribun. Saya kasih hadiahnya. Yang penting, semua bahagia dan tidak anarkistis. Tertib, kita akan asyik bersama. Melanggar hukum dan bersikap anarkis harus ditindak. Tetapi, sekali lagi, melihat komitmen manajemen dan Bonek kebanyakan, saya optimistis tertib.
Berdasar hasil assessment Anda, apa yang paling menjadi masalah keamanan bagi warga Surabaya?
Tetap masalah kejahatan jalanan. Komposisi penduduk mampu, menengah, dan miskin masih menjadikan kejahatan jalanan sebagai momok utama. Tentu, kami juga mengantisipasi munculnya tren-tren kejahatan baru seperti kejahatan cyber.
Apakah Anda mempunyai cita-cita akan membuat inovasi kepolisian yang baru?
Emm, saya tidak terlalu berpikir untuk membentuk inovasi baru. Sebab, bagi saya, inovasi yang diwariskan Pak Iqbal dan Kapolres-Kapolres sebelumnya sangat baik. Saya lebih fokus untuk merawat dan menjalankannya dengan baik.
Bisa dicontohkan?
Command center, misalnya. Pak Iqbal sudah susah payah membangun gedung dan infrastrukturnya. Nah, jika saya fokus mencari inovasi baru, siapa yang akan menjalankan command center yang konsepnya sudah bagus itu?
Yang terbaik bagi masyarakat Surabaya adalah kontinuitas program layanan kepolisian. Yang saya lakukan adalah menyempurnakannya. Misalnya, untuk command center, saya akan menempatkan sejumlah pasukan taktis yang tinggal di barak di mako (markas komando). Jadi, jika terjadi apa-apa, saya dengan cepat bisa menggerakkan mereka ke TKP dalam waktu yang relatif singkat.
Berarti itu juga komitmen untuk program-program yang lain seperti e-tilang?
Tentu saja. Saya punya komitmen untuk meneruskan program polisi yang bagus-bagus di sini. Misalnya, e-tilang. Pasti kami lanjutkan. Pola pengamanan tiga pilar (pemkot, polisi, dan TNI) juga pasti saya pertahankan. Saya tidak akan mengubah program yang sudah bagus. Paling banter, saya hanya meng-update program-program yang sudah tidak sesuai dengan zaman.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
