Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2017 | 19.22 WIB

Kapolrestabes Surabaya: Saya Siap Jadi Bapaknya Bonek

DUKUNG PERSEBAYA: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan menegaskan siap mengamankan laga Persebaya. - Image

DUKUNG PERSEBAYA: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan menegaskan siap mengamankan laga Persebaya.

JawaPos.com- Lugas, santai, tetapi tidak kehilangan ketegasan. Kesan itu melekat kuat pada Kapolrestabes Surabaya yang baru, Kombespol Rudi Setiawan. Selama satu setengah jam, Rudi berbicara tentang Persebaya, pengamanan kota, dan inovasi kepolisian. Berikut petikannya.


Surabaya menjadi perbincangan di dunia sepak bola. Sebab, polisi Surabaya berani memberikan izin untuk pertandingan sepak bola.


Kenapa tidak? Kenapa harus melarang pertandingan sepak bola? Saya melihat sebuah pertandingan yang klubnya menjadi ekspresi kebanggaan warganya tidak ada masalah. Di Surabaya, saya optimistis Bonek bisa diajak tertib. Ini kan terbukti sebelumnya.


Selama ini Surabaya dikenal sebagai kota yang warganya memiliki militansi tinggi ke Persebaya. Apa itu tidak menjadi pertimbangan keamanan?


Sebenarnya sederhana saja. Tinggal pengelolaan bersama saja. Para Bonek itu tinggal ditanya keinginannya. Saya bersedia duduk bersama. Bahkan, saya juga mau menjadi bapaknya Bonek. Sebab, semua punya keinginan yang sama. Yakni, sama-sama ingin berteriak dengan enak dan nyaman mendukung kesebelasannya. Itu saja kan?


Kalau perlu, saya bahkan mau menggelar lomba atraktif-atraktifan Bonek antartribun. Saya kasih hadiahnya. Yang penting, semua bahagia dan tidak anarkistis. Tertib, kita akan asyik bersama. Melanggar hukum dan bersikap anarkis harus ditindak. Tetapi, sekali lagi, melihat komitmen manajemen dan Bonek kebanyakan, saya optimistis tertib.


Berdasar hasil assessment Anda, apa yang paling menjadi masalah keamanan bagi warga Surabaya?


Tetap masalah kejahatan jalanan. Komposisi penduduk mampu, menengah, dan miskin masih menjadikan kejahatan jalanan sebagai momok utama. Tentu, kami juga mengantisipasi munculnya tren-tren kejahatan baru seperti kejahatan cyber.


Apakah Anda mempunyai cita-cita akan membuat inovasi kepolisian yang baru?


Emm, saya tidak terlalu berpikir untuk membentuk inovasi baru. Sebab, bagi saya, inovasi yang diwariskan Pak Iqbal dan Kapolres-Kapolres sebelumnya sangat baik. Saya lebih fokus untuk merawat dan menjalankannya dengan baik.


Bisa dicontohkan?


Command center, misalnya. Pak Iqbal sudah susah payah membangun gedung dan infrastrukturnya. Nah, jika saya fokus mencari inovasi baru, siapa yang akan menjalankan command center yang konsepnya sudah bagus itu?


Yang terbaik bagi masyarakat Surabaya adalah kontinuitas program layanan kepolisian. Yang saya lakukan adalah menyempurnakannya. Misalnya, untuk command center, saya akan menempatkan sejumlah pasukan taktis yang tinggal di barak di mako (markas komando). Jadi, jika terjadi apa-apa, saya dengan cepat bisa menggerakkan mereka ke TKP dalam waktu yang relatif singkat.



Berarti itu juga komitmen untuk program-program yang lain seperti e-tilang?


Tentu saja. Saya punya komitmen untuk meneruskan program polisi yang bagus-bagus di sini. Misalnya, e-tilang. Pasti kami lanjutkan. Pola pengamanan tiga pilar (pemkot, polisi, dan TNI) juga pasti saya pertahankan. Saya tidak akan mengubah program yang sudah bagus. Paling banter, saya hanya meng-update program-program yang sudah tidak sesuai dengan zaman.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore